Berita

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi/Net

Presisi

Penetapan Tersangka Terhadap Mahasiswa Pengunjuk Rasa Di Serang Tak Terkait Buku Tan Malaka

KAMIS, 15 OKTOBER 2020 | 09:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penyitaan buku Tan Malaka ‘Menuju Merdeka 100 Persen’ dari salah satu mahasiswa yang ditangkap saat aksi unjuk rasa di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten, Selasa lalu (6/10), tidak ada kaitannya dengan penetapan tersangka terhadap mahasiswa tersebut.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edy Sumardi, kepada wartawan, Rabu (14/10).

Menurut Edi, setelah melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut, buku Tan Malaka 'Menuju Merdeka 100 Persen', tidak terkait dengan barang bukti dalam penetapan tersangka.


"Mahasiswa OA (22), salah satu perguruan tinggi di Banten itu ditetapkan menjadi tersangka karena melanggar Pasal 212 KUHP, dengan ancaman pidana paling lama 1,4 tahun bulan kurungan penjara," kata Edy Sumardi, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Lanjut Edy, dalam penjelasan Pasal 212 KUHP disebutkan: "barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah".

"Saat petugas melakukan imbauan untuk membubarkan massa karena sudah melebihi batas aksi dan mengganggu aktivitas masyarakat, mahasiswa OA ini melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan melawan seorang petugas yang sedang bertugas," terang Edi.

"Serta masa aksi unjuk rasa mulai melakukan aksi anarkis dengan melempari petugas dengan batu konblok (dengan berbagai ukuran) serta menembakan petasan api kepada petugas,” tambahnya.

Polda Banten, kata Edy, tidak hanya fokus menangani perkara yang disangkakan berdasarkan pasal 351 KUHP kepada tersangka utama, yang mengakibatkan korban terluka. Tapi polisi juga tetap melakukan penyidikan kepada 13 tersangka lainnya untuk berkasnya diproses hingga ke pengadilan.

Adapun buku Tan Malaka tersebut merupakan buku yang dijual bebas di pasaran. Sehingga tidak ada kaitannya dengan aksi demo anarkis kemarin, serta tidak ada kaitannya dengan perkara yang disangkakan.
 
"Hanya saja, saat pelaku diamankan, yang bersangkutan membawa sebuah tas ransel, dan kebetulan saja di dalam tas tersebut terdapat Buku Tan Malaka," jelasnya.

"Sejauh ini memang enggak ada kaitannya buku tersebut dengan aksi yang dilakukan oleh pelaku. Aksi pelaku murni melanggar pasal 212 KUHP barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan petugas yang sedang bertugas,” demikian Edy Sumardi.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya