Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Pencemaran Nama Baik

SELASA, 13 OKTOBER 2020 | 08:35 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ADA semacam kebiasaan menyalah-nyalahkan sains sebagai biang-keladi tragedi dahsyat yang menyengsarakan manusia dengan aneka fakta, mulai dari bom atom membinasakan ratusan ribu warga sipil Hiroshima dan Nagasaki, tenggelamnya kapal Titanic, pembantaian jutaan Yahudi dengan teknologi gas beracun di berbagai kamp konsentrasi Nazi Jerman, malapetaka Tchernobyl, Three Mile Island dan Fukushima, sampai yang terakhir kelambanan manusia menanggulangi angkara murka pagebluk Corona.

Kisah-kisah fiksi sains bersuasana distopia seperti Frankenstein, Dr. Jeckyl & Mr.Hyde, 451 Fahrenheit, 1984, I Robot juga asyik mendukung gerakan pencemaran nama baik sains. Seolah sains memang perusak peradaban umat manusia.

Sains


Meski saya bukan saintis, namun berdasar hasil penelitian oleh Pusat Studi Kelirumologi saya dapat menyimpulkan bahwa pandangan negatif terhadap sains pada hakikatnya keliru. Sains ibarat pisau yang an sich tidak bernilai positif maupun negatif akibat nilainya tergantung untuk tujuan apa manusia mendayagunakan pisau.

Jika pisau digunakan manusia untuk menodong apalagi membunuh sesama manusia, maka jelas nilai pisau menjadi negatif. Tetapi sebenarnya sang biang keladi sifat negatif pisau yang digunakan oleh manusia sama sekali bukan sang pisau namun sepenuhnya sang pengguna pisau yaitu manusia.

Penyebab terjadinya tragedi Hiroshima, Nagasaki, Titanic, Tchernobyl, TMI, Fukushima, Corona jelas sama sekali bukan sains, namun manusia yang keliru menggunakan sains sehingga bersifat destruktif merusak alam dan membinasakan manusia.

Agama

Agama mengalami nasib yang serupa nahas dengan sains. Akibat terorisme dilakukan umat Nasrani di Irlandia Utara, Ku Klux Klan di Amerika Serikat, umat Buddha terhadap kaum Rohingnya di Myanmar, umat Hindu terhadap umat Islam di Ayodhya, bom Bali, tragedi Charlie Hebdo Paris,  maka nama baik agama Nasrani, Buddha, Hindu, Islam tercemar.

Padahal yang melakukan terorisme bukan agama, namun manusia yang menyalah-gunakan agama sebagai identitas angkara murka yang mereka yang lakukan terhadap sesama manusia.

Yang salah manusia, namun yang disalahkan malah agama yang sama sekali tidak bersalah akibat manusia memang ahli menggeneralisir serta mencari kambing hitam demi menutupi kesalahan diri sendiri.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya