Berita

Donald Trump dan Joe Biden terlibat perang kata-kata yang sengit pada debat capres perdana/AFP

Dunia

Merasa Sehat, Trump Ogah Debat Virtual Dengan Biden

KAMIS, 08 OKTOBER 2020 | 23:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

US Election Debate Global ReactionUS Election Debate Global Reaction
RMOL.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dia tidak akan melakukan debat virtual dengan rivalnya dalam pemilu presiden tahun ini, Joe Biden.

Hal itu ditegbaskan Trump dalam wawancara dengan Maria Bartiromo dari Fox Business Network pada Kamis (8/10).

Pada kesempatan tersebut, Trump mengatakan bahwa format debat virtual yang diumumkan oleh Komisi Debat Presiden baru-baru ini, setelah Trump dinyatakan positif terinveksi Covid-19, tidak dapat dia terima.

Pada kesempatan tersebut, Trump mengatakan bahwa format debat virtual yang diumumkan oleh Komisi Debat Presiden baru-baru ini, setelah Trump dinyatakan positif terinveksi Covid-19, tidak dapat dia terima.

"Saya tidak akan melakukan debat virtual," tegas Trump.

Trump justru balik menuduh bahwa komisi debat bipartisan mencoba "melindungi" lawannya, yakni Biden.

Lebih lanjut Trump mengklaim bahwa dirinya cukup sehat untuk mengadakan kampanye secara langsung.

Perlu diketahui bahwa debat calon presiden antara Trump dari Partai Republik dan Biden dari Partai Demokrat yang kedua rencananya akan dilaksanakan pada 15 Oktober mendatang di Miami.

Namun Trump pekan lalu mengumumkan bahwa dia dinyatakan positif terinveksi Covid-19. Meski sempat dirawat beberapa saat, Trup memutuskan untuk kembali bekerja di Gedung Putih pekan ini. Hal itu jelas memicu kontroversi di masyarakat.

Menindaklanjuti situasi tersebut, Komite Debat membuat format debat secara virtual di mana kandidat, yakni Trump dan Biden akan berpartisipasi dari lokasi terpencil yang terpisah. Sementara peserta dan moderator Steve Scully tetap berada di Miami untuk memandu jalannya debat.

Pihak komisi menyebut bahwa keputusan itu dibuat untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya