Berita

Ilustrasi imunisasi/net

Kesehatan

Kemenkes: Imunisasi Adalah Cara Aman Mencegah Penyakit Berbahaya

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 18:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Rutin melakukan imunisasi sejak dini mampu mencegah seseorang terjangkit berbagai penyakit berbahaya. Oleh karena itu, masyarakat perlu memerhatikan waktu imunisasi agar dilakukan secara berkala.

"Imunisasi melindungi diri dari penyakit berbahaya dan juga aman bagi manusia," ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan, Vensya Sitohang dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Kemenkominfo, Kamis (1/10).

Ia menjelaskan, vaksin merupakan hasil penelitian yang panjang oleh para ahli. Para ahli mampu membuat formulasi yang ampuh untuk mencegah seseorang terinfeksi virus berbahaya yang dapat mengancam jiwa.


"Imunisasi ini oleh para ahli telah melalui serangkaian penelitian yang puluhan hingga belasan tahun untuk mendapatkan formula yang dapat mencegah penyakit berbahaya," katanya.

Tuberkulosis (TBC), rubella, pneunomia, perkusis merupakan virus berbahaya yang bisa berakibat kematian. Namun kini, beragam virus tersebut telah memiliki vaksin, termasuk akhir-akhi ini ada kanker mulut rahim.

Di sisi lain, pemerintah telah memiliki rencana jangka panjang terkait upaya eradikasi atau pemberantasan penyakit berbahaya melalui kegiatan imunisasi. Bahkan langkah ini telah mendapat pengakuan dari negara lain. Salah satu contoh, pada 2006 Indonesia telah berhasil melakukan eradikasi penyakit polio.

"Tentunya kita tahu untuk eradikasi memerlukan upaya terlebih dahulu mereduksi baru ke tahap eliminasi. Oleh karena itu, hingga saat ini pengembangan vaksin tidak pernah berhenti," tegasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya