Berita

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo/Net

Kesehatan

Ketua Satgas: Bukan Pilkadanya, Tapi Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan

JUMAT, 02 OKTOBER 2020 | 14:06 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo meyakini Pilkada serentak 2020 tidak mempengaruhi naik turunnya kurva infeksi virus.

Sebab, Doni mengaku telah menerima data tebaru mengenai perkembangan situasi penyebaran Covid-19 di daerah penyelenggaraan pilkada yang mulai menurun.

"Kita lihat data-data pilkada ada kabupaten kota yang ikut pilkada ternyata kasusnya ternyata lebih rendah dibandingkan daerah yang tidak menyelenggarakan pilkada," ujar Doni dalam acara Kick Off Sosialisasi Strategi Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19, yang digelar melalui aplikasi zoom, Jumat (2/10).


Jika melihat data tanggal 6 Septemeber yang lalu, Doni menyebutkan jumlah daerah yang menggelar pilkada dan masuk zona merah itu jauh lebih tinggi dengan data terbaru yang dia pegang.

"Ternyata yang ada pilkada zona merahnya berkurang dari 45 ke 29 (daerah)," sambungnya.

Sementara untuk daerah yang tidak ada gelaran pilkada justru yang masuk kategori zona merah naik, dari 25 daerah menjadi 33 daerah.

"Jadi ada juga daerah yang tidak ada pilkada ternyata kasusnya meningkat, seperti halnya Aceh dan juga Jakarta," bebernya.

Oleh karena itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menyimpulkan, penyelenggaraan pilkada tidak bisa dinilai sebagai salah satu sumber yang bisa memperburuk kondisi penyebaran Covid-19.

Justru katanya, yang menjadi tolak ukur naik turunnya kasus positif Covid-19 adalah taat atau tidaknya masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan. Seperti, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

"Sebenarnya pengalaman kita dalam beberapa minggu terkahir bukan ada tidak adanya pilkada, tapi komitmen seluruh komponen yang ada di daerah untuk bersama-sama mengendalikan Covid-10," demikian Doni Monardo.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya