Berita

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko/Net

Politik

Peringatkan KAMI, Moeldoko: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 21:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang belakangan terus mendeklarasikan diri di sejumlah daerah dinilai hanya sekumpulan orang yang memiliki kepentingan.

Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko dalam merespons koalisi yang digagas mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dkk tersebut.

"Mereka itu bentuknya hanya sekumpulan kepentingan. Silakan saja, tidak ada yang melarang. Kalau gagasannya bagus, kami ambil," kata Moeldoko kepada wartawan, Kamis (1/30).


Pada dasarnya, pemerintah terbuka kepada siapa pun yang akan memberikan aspirasinya. Namun demikian, respons pemerintah akan berbeda bila misi yang dibawa KAMI bersifat memaksa dan mengganggu stabilitas politik.

"Kalau arahnya memaksakan kepentingan, akan ada perhitungannya," lanjutnya.

Di sisi lain, ia tak menampik keberadaan KAMI membuat suhu politik memanas. Oleh karenanya, pihaknya tak mau ambil pusing dengan bersikap berlebihan.

"Setelah ada KAMI, nanti ada KAMU, terus ada apa lagi, kan? Kami tidak perlu menyikapi berlebihan sepanjang masih gagasan karena itu bagian dari demokrasi. Tetapi, jangan coba-coba mengganggu stabilitas politik," tegas mantan Panglima TNI ini.

"Negara punya kalkulasi dalam menempatkan demokrasi dan stabilitas," sambungnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Setengah Logistik Indonesia Bertumpu di Tanjung Priok

Selasa, 14 April 2026 | 05:58

Dana asing ke NGO Rawan jadi Alat Kepentingan Global

Selasa, 14 April 2026 | 05:46

Mantan Pj Bupati Tapteng Jabat Kajati Sultra

Selasa, 14 April 2026 | 05:23

BGN Luruskan Info Beredar soal Pengadaan Barang Operasional MBG

Selasa, 14 April 2026 | 04:59

Ke Mana Arah KDKMP?

Selasa, 14 April 2026 | 04:30

Anak Asuh Kurniawan DY Sukses Bungkam Timor Leste 4-0

Selasa, 14 April 2026 | 04:15

Komisi XIII DPR: LPSK Resmi jadi Lembaga Negara

Selasa, 14 April 2026 | 03:53

Pentagon Ungkap Isi Pertemuan Menhan RI dan Menteri Perang AS soal Kemitraan

Selasa, 14 April 2026 | 03:35

Ganggu Iklim Usaha, Wacana Penghentian Restitusi Pajak Perlu Ditinjau Kembali

Selasa, 14 April 2026 | 03:15

Mantan Dirdik Jampidsus Kejagung Jabat Kajati Jatim, Ini Profilnya

Selasa, 14 April 2026 | 02:45

Selengkapnya