Berita

Adhie Massardie/Repro

Pertahanan

Ingat! TNI Tak Berpolitik, Negara Stabil

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 17:57 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mantan jurubicara Presiden Abdurahman Wahid, Adhie Massardie mengingatkan bahwa tugas pokok TNI sebagai tulang punggung pertahanan negara dari ancaman fisik dari luar negeri, buka justru mengurusi pertarungan ideologi yang terjadi di kalangan masyarkat yang mengganggu Kamtibmas.

Adhie berpendapat, TNI sebaiknya fokus pada tugas pokoknya mengantisipasi ancaman fisik dari luar negeri saja.

Dijelaskan Koordinaroe Gerakan Indonesia Bersih itu, jika TNI ikut mengurus soal-soal ideologi dan politik bisa menimbulkan masalah.


Sepakat dengan Gus Dur, Adhie berpandangan bahwa jika TNI terlibat dalam politik bisa menimbulkan perpecahan internal dan berujung pada konflik bersenjata.

“Kalau perwira aktif memegang jabatan politik bisa jadi masalah. Beda kalau ia sudah jadi purnawirawan,” ujar Adhie dalam program Tanya Jawab Cak Ulung yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/10).

Ia mengingatkan, pada masa Orde Baru para perwira TNI ikut berpolitik, pernah ada konflik politik antara LB Moerdani dengan Soedarmono yang berujung pada kerusuhan massa.

“Konflik itu memicu demonstrasi, disusul peristiwa malaria. Itulah bahayanya,” tuturnya.

Adhie meyakini menjauhkan TNI dari ranah politik akan membuat situasi politik tanah air lebih stabil sehingga membawa banyak kebaikan bagi bangsa Indonesia yang heterogen. “Jika kehidupan politiknya stabil dan situasi sosial aman maka pembangunan ekonomi akan berjalan lancar,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya