Berita

Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Didik Madiyono/RMOL

Bisnis

Survei: 68 Persen UMKM Alami Gangguan Usaha Akibat Covid-19

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 10:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memberikan kontribusi sangat besar bagi perekonomian Indonesia. Totalnya ada lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia saat ini.

Pada 2018, UMKM berkontribusi sekitar 61 persen untuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. UMKM juga menyerap tenaga kerja hingga 97 persen.

Di tengah pandemi Covid-19, sektor UMKM ikut terpukul dengan keras, mengingat pola konsumsi dan investasi masyarakat yang berubah.


Dikatakan oleh Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Didik Madiyono, buruknya pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh perkembangan UMKM nasional.

"Survei yang dilakukan FEB UI dan Gojek pada 2020 menunjukkan, dari sisi supply, UMKM mengalami masalah produksi karena peningkatan harga bahan baku," paparnya dalam webinar Infobank bertajuk "Penyelamatan BPR: Ujung Tombak Pembiayaan UMKM Di Tengah Pandemi" pada Kamis (1/10).

"Dari sisi demand, UMKM mengalami masalah penjualan karena penurunan jumlah pelanggan," sambungnya.

Sementara itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO) menunjukkan, sebanyak 68 persen perusahaan mengalami gangguan usaha akibat Covid-19. Di mana 65 persen menghentikan sementara operasinya dan 3 persen menghentikan secara permanen.

"Perusahaan kecil dengan kurang 10 pekerja, tiga kali lebih besar mengalami kegagalan usaha dibandingkan perusahaan medium dan besar dengan pekerja lebih dari 51 orang," sambung Didik.

Selain itu, sebanyak 34 persen perusahaan yang disurvei mengalami penurunan pendapatan sebesar 25 persen. Sebanyak 18 persen mengalami penurunan pendapatan antara 25 hingga 50 persen, dan 18 persen mengalami pengurangan pendapatan lebih dari setengah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya