Berita

Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI), Edy Mulyadi/Net

Politik

Vandalisme Mushala, Edy Mulyadi: Ibarat Tinju, Umat Islam Dibelenggu, Tangan Diikat Tapi Musuh Menghajar Seenaknya

RABU, 30 SEPTEMBER 2020 | 19:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Harus ada ketegasan dari pemerintah dalam mengatasi tindakan persekusi hingga perusakan yang dilakukan sekelompok orang terhadap umat Islam.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI), Edy Mulyadi dalam merespons aksi vandalisme Mushala Darussalam di Tangerang baru-baru ini.

"Untuk kesekian kalinya. Sekarang ada aksi vandalisme Mushala di Tangerang. Sekali lagi, ini menunjukkan mereka tidak henti-hentinya memusuhi Islam," kata Edy dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (30/9).


Pada dasarnya, ia mengapresiasi aparat kepolisian yang sudah menangkap pelaku vandalisme hanya dalam waktu singkat. Namun demikian, Polri dan pemerintah masih memiliki PR untuk mengusut secara tuntas motif pelaku.

Ia justru menyoroti sikap aparat kepolisian, termasuk pejabat pemerintah yang bersikap seakan-akan tidak ada kejadian yang perlu ditangani dengan serius.

"Aparat, pejabat, polisi semua bilang harap tenang, jangan terprovokasi, jangan terpancing, jaga persatuan. Mau sampai kapan, ulama kita dibantai, dilukai, masjid kita dikotori dirusak, agama kita dihina. Mau sampai kapan?" kritiknya.

Sikap para pejabat ini sekana kontras dengan kondisi di lapangan, di mana umat muslim di Indonesia adalah mayoritas. Seharusnya, sebagai umat mayoritas, Islam tidak boleh diinjak-injak di negeri sendiri.

"Ibarat kita (muslim) dipaksa main tinju, umat Islam tangan dibelenggu, kaki diikat, lalu musuh menghajar kita dengan bebasnya, dengan seenaknya. Lalu ketika kita mau melawan, stop. (aparat meminta) Jangan terprovokasi. Mau sampai kapan bos?" sesalnya.

"Kita kaum grassroot tidak terprovokasi, kita tidak anarkis, iiya. Tapi tolong, aparat bongkar, usut tuntas peristiwa-peristiwa seperti ini. Bongkar siapa pelakunya. Kalau (pelakunya dari) institusi, institusi mana?" tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya