Pentas tari virtual gelaran KBRI Quito, Ekuador/Istimewea
Sejumlah tarian tradisional Indonesia berhasil ditampilkan dalam pentas tari virtual yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Klub Tari KBRI Quito - Ekuador.
Acara pentas tari virtual ini sendiri digelar pada Sabtu (26/9) pukul 07.00 WIB, atau Jumat (25/9) pukul 19.00 waktu Ekuador. Kegiatan tersebut ditayangkan melalui layanan streaming aplikasi Zoom dan LIVE Facebook resmi KBRI Quito - Ekuador.
Kegiatan pentas tari virtual ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan oleh KBRI Quito dan Klub Tari KBRI Quito di masa pandemi Covid-19, sehingga kegiatan tidak bisa melibatkan orang banyak.
“Pandemi Covid-19 ini sudah belangsung sekitar tujuh bulan dan membuat kita tidak bisa melakukan banyak kegiatan seperti yang sudah kita rencanakan di awal tahun. Termasuk kegiatan dari Klub Tari,†tutur Rally Apriyanto selaku perwakilan dari KBRI Quito, melalui keterangan yang diterima Redaksi, Rabu (30/9).
Hal inilah yang membuat KBRI Quito dan Klub Tari KBRI Quito menyelenggarakan pentas tari virtual dengan tujuan mengajak masyarakat Ekuador untuk berkeliling Indonesia dalam bentuk pertunjukan tarian daerah.
Acara ini pun disambut dengan antusias oleh penonton. Baik yang berasal dari Indonesia, maupun Meksiko dan Ekuador.
Lebih lanjut Apriyanto menyampaikan, pentas tari ini tak hanya diikuti warga Ekuador. Kelompok tari asal Meksiko pun ikut berpartisipasi. Enam penari tersebut tampil dari rumah masing-masing dan disajikan secara langsung.
Adapun tema yang diusung pada pentas tari virtual ini adalah ‘Nusantara: Seribu Pulau, Seribu Tarian’ atau ‘Nusantara: Mil Islas, Mil Danzas’ dalam bahasa Spanyol.
Salah satu semangat yang berusaha disampaikan dalam acara ini yaitu ajakan kepada penonton untuk menjelajahi dan mengenal kebudayaan Indonesia melalui beragam tarian tradisionalnya.
Acara sendiri dibuka dengan tari Pendet yang berasal dari Bali yang dibawakan oleh Malena Correoso. Kemudian disusul sejumlah tari tradisional lainnya yang turut ditampilkan oleh klub tari. Yaitu Remo Bolet (Jawa Timur) oleh Edgar Freire penari sekaligus guru tari di Klub Tari KBRI Quito, Legong Raja Cina (Bali) oleh Yuen Torres, Ofalangga (Nusa Tenggara Timur) oleh Tri Novita Sari, Bentang Panggung oleh anggota Klub Tari, dan Kelana Dodoan (Jawa Barat) oleh Tri Novita Sari.
Nah, yang menarik pada pentas virtual ini adalah penampilan tari Legong Raja Cina dan tari Jaipong Bentang Panggung, mereka tampil secara langsung dari rumah masing-masing karena penarinya berasal dari Meksiko.
Pada kesempatan tersebut turut hadir secara virtual Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Republik Ekuador yang baru, Drs Agung Kurniadi, MA, serta Duta Besar periode sebelumnya, Diennaryati Tjokrosuprihartono.
Meskipun menjadi kali pertama bagi KBRI Quito menggelar pentas tari secara virtual, namun acara ini berlangsung dengan lancar dan dapat dinikmati sebagai hiburan di tengah pandemi Covid-19.
Harapannya ke depan, Klub Tari KBRI Quito dapat terus berlatih mempelajari tarian tradisional Indonesia dan menggelar pertunjukan tari selanjutnya.
Untuk diketahui, Klub Tari KBRI Quito dibuka sejak Maret 2019 dan kegiatan kelas tari dilakukan di KBRI dengan jadwal rutin dua minggu sekali setiap Rabu dan Jumat pukul 16.00.
Namun kegiatan ini sempat terhenti selama 3 bulan akibat pandemi Covid-19. Kemudian KBRI Quito kembali membuka kelas tari melalui zoom sejak Juli 2020. Anggota Klub Tari KBRI Quito bukan hanya berasal dari Ekuador saja, melainkan juga dari Meksiko.