Berita

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin/Repro

Politik

KAMI Surabaya Dibubarkan, Din Syamsuddin: Bukti Kelompok Antidemokrasi Dan Radikal Masih Ada

SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 | 16:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembubaran silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya menjadi bukti masih adanya kelompok-kelompok bersifat radikal.

Hal tersebut disampaikan Presidium KAMI, Din Syamsuddin yang menyesalkan pembubaran silaturahmi di mana turut pula dihadiri Gatot Nurmantyo.

"Dari peristiwa tersebut diketahui bahwa masih ada kelompok dalam masyarakat yang antidemokrasi, bersikap radikal, dan berwawasan eksklusif dengan kecenderungan menolak keberadaan kelompok lain," kata Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/9).


Ia berpandangan, masih ada kecenderungan masyarakat yang belum memahami bahwa keberadaan suatu kelompok dalam masyarakat dijamin oleh konstitusi, termasuk kelompok KAMI.

Ia pun berharap kepada semua pihak yang tak sepaham dengan gagasan KAMI untuk menyampaikan pandangannyan, bukan semata-mata menolak dengan aksi demo hingga kritikan tanpa substansi.

"Kalau ada ketaksetujuan terhadap pikiran atau gagasan seyogianya dihadapi dengan pikiran dan gagasan pula," jelasnya.

Namun demikian, ia mengaku tetap ada hikmah di balik penolakan silaturahmi KAMI yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan dari Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

"Aksi penolakan oleh kelompok tertentu dengan menjadikannya sebagai pendorong semangat untuk semakin bangkit bergerak. Alhamdulillah, KAMI semakin kompak di atas keyakinan bahwa kebenaran harus ditegakkan dengan kesabaran," demikian mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya