Berita

Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah Digdoyo/Net

Politik

Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2020 | 16:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Masyarakat diimbau untuk mengibarkan bendera setengah tiang di setiap rumah pada Rabu (30/9) mendatang untuk mengenang kepedihan rakyat Indonesia atas peristiwa tragis kebiadaban Partai Komunis Indonesia (PKI) membantai rakyat Indonesia.

Imbauan ini disampaikan Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Anton Tabah Digdoyo, Minggu (27/9). Tak hanya mengibarkan bendera setengah tiang, masyarakat juga diimbau untuk kembali mengibarkan bendera setiang penuh di hari Kamis (1/10) keesokan harinya.

"Pengibaran bendera setiang penuh sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila," kata Anton Tabah Digdoyo.


Menurutnya, peringatan tersebut penting dilakukan agar masyarakat sadar sejarah bahwa keberadaan PKI benar-benar ada di Tanah Air.

"Peringatan ini karena akhir-akhir ini ada upaya membelokkan sejarah dengan menuduh peristiwa G 30 S PKI bohong dan manipulatif. Padahal saksi-saksi korban, anak-anak korban sudah bersaksi dan membuat video atas kebiadaban PKI pada ayah-ayah mereka itu benar-benar terjadi," jelas Anton Tabah.

Selain itu, ia juga menilai apa yang digambarkan dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI di sejumlah stasiun televisi menjelang 30 September benar-benar menggambarkan apa yang terjadi. Bahkan, kata mantan petinggi Polri ini, kejadian asli pada tahun 1965 lebih kejam dari yang difilmkan.

Karena itu, jelasnya, pemutaran film G 30 S PKI menjadi penting karena ada upaya menghidupkan PKI dalam segala bentuk dan perwujudannya. Larangan PKI ini juga tertuang dalam Tap MPRS XXV/1966 Jo UU 27/1999 Jo KUHP Pasal 107a sampai dengan 107f.

"Larangan ini juga konstitusional dijamin oleh UUD 45 dan Pancasila yang tegas bahwa NKRI berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, maka WNI wajib beragama sedangkan PKI adalah atheis, tidak beragama dan sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD45. PKI selalu membuat kacau NKRI, makanya dilarang untuk selama-lamanya di bumi NKRI," tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya