Berita

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga/Net

Dunia

Lewat Sepucuk Surat, PM Suga Ajak Korea Sembuhkan Luka Lama Penjajahan Jepang

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 11:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pekan lalu, Perdana Menteri baru Jepang, Yoshihide Suga telah mengirimkan sepucuk surat kepada Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in.

Surat tersebut berisi ajakan Suga untuk duduk bersama dan memperbaiki hubungan dingin antara Jepang dan Korea Selatan beberapa waktu terakhir.

Setelah itu, Suga juga melakukan panggilan telepon dengan Moon pada Kamis (24/9). Ia mengatakan, Jepang dan Korea Selatan harus bekerja sama untuk melawan ancaman dari Korea Utara.


"Saya memberi tahu Presiden Moon bahwa kita tidak bisa meninggalkan hubungan kita yang sangat sulit ini seperti sekarang," ujar Suga kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.

"Kerja sama antara Jepang dan Korea Selatan, serta antara Jepang-Amerika Serikat-Korea Selatan, sangat penting untuk menangani Korea Utara dan masalah lainnya," tambahnya.

Suga mengatakan, ia akan terus mencari tindakan yang sesuai untuk menyelesaikan hubungan yang rusak dengan Korea Selatan, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Hubungan antara Jepang dan Korea Selatan mulai memburuk dalam satu tahun terakhir, ketika luka lama akibat penjajahan dikorek kembali.

Jepang yang menjajah Korea pada 1910 hingga 1945 meninggalkan rasa sakit mendalam di benak warga Korea Selatan. Persoalan kerja paksa hingga kekerasan pada perempuan Korea memicu ketegangan kedua negara.

Jepang sendiri mengatakan telah menyelesaikan masalah tersebut melalui perjanjian pada 2015 yang dicapai oleh Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Park Geun-hye. Di dalam perjanjian tersebut, Abe selaku warga Jepang memita maaf dan menjanjikan sejumlah dana sebagai kompensasi bagi korban.

Namun, pemerintah Korea Selatan di bawah kepemimpinan Moon mengatakan, perjanjian tersebut telah cacat dan Jepang harus memberikan kompensasi yang lebih.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya