Berita

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)/Net

Global

Waspada Stasiun Luar Angkasa China, NASA: AS Harus Pertahankan Kehadiran Di Orbit Bumi

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 | 08:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meminta pemerintah untuk menyoroti perkembangan kehadiran China di luar angkasa.

Berbicara di hadapan anggota parlemen pada Rabu (23/9), Kepala NASA Jim Bridenstine mengingatkan, AS harus memiliki strategi untuk mempertahankan eksistensi di luar angkasa jika Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah berhenti beroperasi.

Pasalnya, stasiun yang diluncurkan sejak 1998 itu diperkirakan akan beroperasi hingga 2030 sebagai laboratorium sains antariksa antara AS, Rusia, Jepang, Eropa, dan Kanada.


"Saya akan memberi tahu Anda satu hal yang membuat saya sangat prihatin, dan itu adalah suatu hari yang akan datang ketika Stasiun Luar Angkasa Internasional berakhir masa manfaatnya," kata Bridenstine, seperti dikutip AFP.

"Agar Amerika Serikat dapat hadir di orbit Bumi yang rendah, kita harus bersiap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya," tambahnya.

Langkah tersebut sangat penting, lantaran menurut Bridenstine, saat ini China tengah mengembangkan stasiun luar angkasanya sendiri yang bernama Tiangong atau Istana Surgawi.

Media pemerintah China, Xinhua pada Juni mengungkap, stasiun yang akan beroperasi pada 2022 itu bermitra dengan 23 entitas dari 17 negara untuk melakukan eksperimen ilmiah.

Mereka di antaranya adalah Prancis, Jerman, Jepang, Kenya, hingga Peru.

"China dengan cepat membangun apa yang mereka sebut 'Stasiun Luar Angkasa Internasional China', dan mereka dengan cepat memasarkan stasiun luar angkasa itu ke semua mitra internasional kita," kata Bridenstine.

"Akan menjadi tragedi, jika, setelah seluruh waktunya, dan semua upaya ini, kita meninggalkan orbit Bumi yang rendah dan menyerahkan wilayah itu," paparnya.

Ia mengurai, gravitasi mikro ISS berpotensi memajukan ilmua pengetahuan, mulai dari inovasi di bidang farmasi hingga pencetakan organ manusia 3D, seperti pembuatan retina buatan untuk mengobati orang dengan degenerasi makula.

Untuk itu, Bridenstine mengatakan, pemerintah harus memberikan "investasi" pada NASA untuk membayar perusahaan-perusahaan untuk mendirikan stasiun luar angkasa.

Diketahui, NASA sendiri telah meminta 150 juta dolar AS untuk tahun fiskal 2021 yang berguna untuk mengembangkan komersialisasi orbit rendah Bumi, yang didefinisikan sebagai 2.000 km atau kurang dari permukaan planet.

"Kami ingin melihat kemitraan publik-swasta di mana NASA dapat menangani penyedia stasiun luar angkasa komersial, sehingga kami dapat menjaga keberadaan manusia permanen tanpa gangguan di orbit rendah Bumi," kata Bridenstine.

"Saya tidak berpikir itu adalah kepentingan bangsa untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional, saya pikir itu adalah kepentingan bangsa untuk mendukung industri komersial, di mana NASA adalah pelanggannya," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya