Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Hindari Perang Dingin Baru, Macron Ingatkan Pemimpin Dunia Tdak Boleh Terpengaruh Dominasi China - AS

RABU, 23 SEPTEMBER 2020 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prancis dalam pidatonya di Sidang Umum virtual PBB ke-75 Selasa (22/9), mengingatkan bahwa para pemimpin dunia tidak boleh membiarkan diri mereka di dominasi oleh perebutan kekuasaan geopolitik antara AS dan China.

"Dunia saat ini tidak dapat direduksi menjadi persaingan antara China dan Amerika Serikat, terlepas dari bobot global kekuatan-kekuatan besar ini," ujar Emmanuel Macron, seperti dikutip dari AFP, Rabu (23/9).

Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, para pemimpin dunia telah diundang untuk memberikan pesan yang telah direkam sebelumnya, di mana delegasi diwakili secara langsung oleh seorang diplomat.


Seperti telah diduga sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menggunakan kesempatan itu untuk menyerang penanganan China terhadap pandemik virus corona, dengan mengatakan pihaknya harus bertanggung jawab karena telah 'melepaskan wabah ini ke dunia'.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa China harus dimintai pertanggungjawaban oleh dunia atas tindakannya atas pandemik Covid-19.

Dalam pesan yang terekam, Trump menuduh Beijing mengizinkan virus corona 'meninggalkan China dan menginfeksi dunia'.

Sebaliknya, Presiden China Xi Jinping memberikan nada damai dalam pidato yang telah direkam sebelumnya, menyerukan peningkatan kerja sama atas pandemi dan menekankan bahwa China tidak berniat untuk berperang baik Perang Dingin atau perang panas dengan negara mana pun.

"Kami akan terus mempersempit perbedaan dan menyelesaikan perselisihan dengan pihak lain melalui dialog dan negosiasi," kata Xi dalam pernyataan yang direkam sebelumnya.

"Kami tidak akan berusaha untuk hanya mengembangkan diri kami sendiri atau terlibat dalam permainan zero sum."

Sementara itu Sekretaris Jenderal Antonio Guterres memperingatkan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi krisis kesehatan penting, bencana ekonomi terbesar sejak Depresi Hebat dan kekhawatiran akan Perang Dingin baru antara AS dan China.

Dalam pidatonya di tengah situasi suram dunia, ketua PBB menyerukan persatuan global, terutama untuk memerangi pandemik virus corona, dan dengan tajam mengkritik populisme dan nasionalisme karena gagal menahan virus, dan sering memperburuk keadaan.

Guterres menyerukan gencatan senjata global pada tanggal 23 Maret untuk mengatasi pandemi, dan ia meminta dorongan 100 hari oleh komunitas internasional, yang dipimpin oleh Dewan Keamanan, "untuk mewujudkannya pada akhir tahun".

"Hanya ada satu pemenang konflik selama pandemi: virus itu sendiri," tegasnya, mengulangi peringatan yang dia buat kepada para pemimpin dunia setahun lalu tentang meningkatnya persaingan AS-China.

“Dunia kita tidak mampu memiliki masa depan di mana dua ekonomi terbesar membelah dunia dalam Fraktur Besar - masing-masing dengan aturan perdagangan dan keuangannya sendiri serta kapasitas internet dan kecerdasan buatan,” kata Guterres.

“Kita harus melakukan segalanya untuk menghindari Perang Dingin baru," lanjutnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya