Berita

Jubir GTPP Kabupaten Karawang Fitra Hergyana/Ist

Kesehatan

Kabupaten Karawang Kembali Masuk Zona Merah Covid-19

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 | 02:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kabupaten Karawang kembali ditetapkan masuk zona merah Covid-19.

Hal itu diputuskan Gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Provinsi Jawa Barat melalui peta zona resiko. Kabupaten Karawang memiliki skor 1,62 yang berarti sedang pada level resiko tinggi.

Saat ini, data hingga Senin (21/9) pukul 12.00 WIB, total 549 warga Karawang terkonfirmasi. Masih dalam perawatan 166 orang, sembuh 365 orang dan meninggal dunia 18 orang.


"Yang sembuh alhamdulillah terus bertambah. Kita doakan semua yang dirawat atau isolasi bisa sembuh,"‎ ungkap Jubir GTPP Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, selain Karawang, dua kabupaten/kota lainnya juga naik status dari zona oranye ke zona merah yakni Kota Bekasi dan Kota Cirebon. Ketiga daerah ini menunjukkan peningkatan kasus dibanding minggu sebelumnya.

Dia mengatakan, langkah-langkah GTPP dan Pemkab sesuai dengan arahan dari GTPP provinsi, yakni memperketat implementasi protokol kesehatan, pembatasan interaksi di tingkat RT/RW, meningkatkan penemuan kasus Covid-19 secara dini melalui strategi Tes-Lacak-Isolasi/Karantina.

"Kami juga memperkuat keterisian bed di RS. Rencananya lantai 3 gedung isolasi Covid-19 RSUD‎ juga difungsikan untuk tempat isolasi," katanya.

Lebih lanjut Fitra mengatakan, kasus tinggi disumbang dari klaster industri. Oleh karena itu, GTPP beberapa waktu lalu dan ke depan akan melakukan sidak ke perusahaan untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan.

Tak hanya itu, GTPP juga mewajibkan perusahaan untuk berkoordinasi dengan puskesmas wilayah pabrik untuk Covid-19, agar proses tracing bisa dilakukan maksimal.

"Kami sangat berharap kesadaran masyarakat, kasus di Karawang cukup tinggi. Wajib penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya