Berita

Pemimpin oposisi utama Belarusia, Svetlana Tikhanovskaya/Net

Dunia

Svetlana Tikhanovskaya Desak Uni Eropa Tunjukkan Keberanian Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Belarusia

SELASA, 22 SEPTEMBER 2020 | 00:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin oposisi utama Belarusia, Svetlana Tikhanovskaya, kembali beraksi mengajak negara-negara Uni Eropa agar segera memberi sanksi kepada sejumlah pejabat yang ia tuding terlibat dalam kecurangan pemilihan presiden Belarusia Agustus lalu.

Tikhanovskaya  mengatakan hal tersebut saat melakukan perjalanan ke Brussel untuk menantang menteri luar negeri blok itu agar menunjukkan keberaniannya.

Hingga saat ini, Uni Eropa belum menindaklanjuti ancaman untuk menjatuhkan sanksi pada daftar sekitar 40 pejabat Belarusia yang diduga ikut andil dalam kecurangan, walaupun protes massal terus berlangsung.


“Para pemimpin Uni Eropa memiliki alasan untuk tidak memaksakan sanksi, tetapi saya meminta mereka untuk lebih berani,” kata pemimpin oposisi Belarusia Sviatlana Tsikhanouskaya, yang melarikan diri ke Lituania setelah pemilu. Ia mengatakan hal itu kepada wartawan setelah bertemu dengan para menteri luar negeri UE, seperti dikutip dari AFP, Senin (21/9).

“Sanksi itu sangat penting dalam perjuangan kami, menjadi bagian dari desakan kepada pemerintah untuk memulai dialog dengan kami di dewan oposisi,” lanjutnya.

UE mengatakan pada akhir Agustus lalu bahwa mereka akan memberlakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan pada pejabat Belarusia, tetapi sanksi itu membutuhkan kesepakatan di antara 27 negara anggota.

Menteri Luar Negeri Lithuania Linas Linkevicius, salah satu pendukung terkuat untuk sanksi Belarusia, mengatakan ia berharap negara-negara Uni Eropa lainnya tidak akan membiarkan Uni Eropa berada dalam ketidakpastian.

Presiden Lithuania, Polandia, dan Rumania, mengatakan pada hari Senin (21/9) waktu setempat, bahwa mereka akan meminta para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan puncak minggu ini untuk menawarkan paket dukungan ekonomi bagi Belarus jika mengadakan pemilihan demokratis.

Dukungan ekonomi yang ditawarkan itu mencakup perdagangan yang menguntungkan dengan UE, perjalanan bebas visa, dan dukungan sebagai calon Organisasi Perdagangan Dunia.

Siprus mengatakan mendukung sanksi terhadap Belarus tetapi mereka juga ingin blok itu bertindak atas Turki.

“Reaksi kami terhadap segala jenis pelanggaran,  nilai-nilai dasar dan prinsip, tidak bisa a la carte. Itu memerlukan konsistensi,” kata Menteri Luar Negeri Siprus Nikos Christodoulides.

Menurut rencana, para pemimpin Uni Eropa akan membahas masalah Siprus pada hari Kamis (24/9) di pertemuan puncak. Para diplomat UE mengatakan Jerman khawatir sanksi akan merusak kemajuan diplomatik dalam meredakan ketegangan dengan Ankara.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya