Berita

Politikus senior Sumut, Ikrimah Hamidy, jadi bagian tim pemenangan Bobby-Aulia di Pilkada Medan 2020/RMOLSumut

Politik

Mundur Dari PKS, Ikrimah Hamidy Kini Jadi Bagian Tim Pemenangan Bobby-Aulia Di Pilkada Medan

SENIN, 21 SEPTEMBER 2020 | 15:15 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masuknya nama politikus senior Ikrimah Hamidy ke dalam struktur tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman untuk Pilkada Medan 2020 terbilang mengejutkan.

Pasalnya, Ikrimah Hamidy selama ini sangat dikenal oleh masyarakat sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partai yang mengusung rival Bobby-Aulia di Pilkada Medan, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.

Bahkan tercatat, ia menjadi anggota DPRD Kota Medan dua periode, sebelum periode terakhir kemarin menjadi anggota DPRD Sumatera Utara dari PKS.


Kepada Kantor Berita RMOLSumut, politikus yang akrab disapa Ikram ini mengaku sudah 1 tahun mundur dari PKS.

“Saya sudah satu tahun mundur dari PKS,” katanya, Senin (21/9).

Ikram menjelaskan, setelah keluar dari partai tersebut ia kini belum masuk sebagai kader di partai manapun.

Ia juga menegaskan jika PKS bukanlah partai yang tidak disukai olehnya. Akan tetapi ia mengaku hal ini semata karena ingin lebih mengaplikasikan berbagai ide dan aspirasinya secara pribadi.

“Saya mundur bukan karena faktor enggak suka sama PKS. Tapi karena ide, aspirasi saya. Kalau ide nggak tersalurkan kan capek,” sebutnya.

Nah, terkait namanya masuk sebagai jurubicara di tim pemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman yang notabene tidak diusung oleh PKS, Ikram mengatakan hal tersebut menjadi keputusannya secara pribadi.

Menurut Ikram, komunikasi untuk menyalurkan ide dan aspirasinya dapat diwujudkan oleh pasangan muda ini.

“Ide, aspirasi saya dan komunikasi hanya dibuka oleh Bobby,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya