Berita

Malala Yousafzai yang memberikan pidatonya secara virtual saat rangkaian pertemuan Sidang Umum PBB/net

Dunia

Di PBB, Malala: 20 Juta Anak Perempuan Terancam Tak Lanjutkan Sekolah Karena Covid-19

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2020 | 12:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pandemi Covid-19 telah mengacaukan sistem pendidikan dunia, meski di negara maju sekali pun. Bahkan, ketika pandemi berakhir, sebanyak 20 juta anak perempuan kemungkinan tidak bisa kembali ke sekolah.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh aktivis perempuan sekaligus Utusan Perdamaian PBB, Malala Yousafzai saat berbicara di salah satu rangkaian pertemuan Sidang Umum PBB pada Jumat sore (18/9).

Peraih Nobel termuda itu mengakui, pandemi Covid-19 telah menciptakan kemunduran bagi tujuan kolektif untuk mendidik perempuan.


"Di bidang pendidikan saja, 20 juta lebih anak perempuan mungkin tidak akan pernah kembali ke ruang kelas saat krisis ini berakhir (dan) kesenjangan pendanaan pendidikan global telah meningkat menjadi 200 miliar dolar per tahun," terangnya seperti dikutip Dawn, Minggu (20/9).

Dalam pernyataannya, Malala mengingatkan komitmen komunitas internasional yang telah ditetapkan PBB lima tahun lalu untuk memajukan masa depan jutaan anak perempuan dan mempejuangkan kesetaraan.

"Kapan Anda berencana untuk melakukan pekerjaan itu?" tanya Malala.

“Kapan Anda akan mengalokasikan dana yang diperlukan untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada setiap anak selama 12 tahun? Kapan Anda akan memprioritaskan perdamaian dan melindungi pengungsi? Kapan Anda akan mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi emisi karbon?" tanyanya lagi.

Malala merupakan gadis Pakistan yang ditembak oleh kelompok Taliban pada 9 Oktober 2012. Ia ditembak di bagian kepala dan leher saat berada di bus yang akan membawanya pulang sekolah.

Malala diterbangkan ke Inggris untuk dirawat di rumah sakit di Birmingham. Ia akhirnya tinggal dan melanjutkan pendidikan di Universitas Oxford, Inggris.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya