Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Vladimir Putin Bongkar Rahasia, Rusia Sudah Miliki Senjata Hipersonik Paling Canggih Di Dunia

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2020 | 06:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia kembali berada di depan dalam hal sistem persenjataan strategis yang canggih. Moskow mengaku telah meluncurkan rudal hipersonik yang selama ini diributkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Presiden Vladimir Putin mengungkap Rusia telah memiliki enam buah senjata canggih, termasuk rudal hipersonik yang diluncurkan dari udara Kinzhal dan kendaraan luncur hipersonik Avangard yang diluncurkan ICBM. Mengejutkannya, mereka telah diluncurkan pada 2018.

Hal tersebut Putin beberkan saat berbincang dengan direktur kehormatan dan perancang desain roket strategis NPO Mashinostroyenia, Herbert Efremov secara virtual pada Sabtu (19/8).


Ia berdalih, pengembangan sistem senjata hipersonik berkemampuan nuklir dilakukan sebagai tanggapan atas upaya AS yang membangun perisai rudal dan meningkatkan kekuatan pasukan NATO di perbatasan barat Rusia.

Selain itu, Rusia juga tidak punya pilihan lain, khususnya setelah pemerintahan Presiden George W. Bush menarik AS dari Perjanjian Anti-Balistik (ABM) pada 2002 yang bertujuan untuk melarang pembuatan pertahanan rudal.

"Penarikan Amerika dari Perjanjian ABM pada 2002 memaksa Rusia untuk mulai mengembangkan senjata hipersonik. Kami harus membuat senjata-senjata ini sebagai tanggapan terhadap penyebaran sistem pertahanan rudal strategis AS, yang akan mampu menetralkan dan membuat seluruh potensi nuklir kami menjadi usang," kata Putin, seperti dikutip Sputnik.

Putin mengatakan, selama beberapa dekade dirinya berusaha mengejar ketertinggalan hingga akhirnya Efremov dan timnya dapat mewujudkan ambisi tersebut.

Dengan begitu, ia menambahkan, saat ini Rusia memiliki senjata paling strategis di dunia, melampaui persenjataan yang ada dari setiap musuhnya.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia modern, negara ini memiliki jenis senjata paling modern, yang jauh lebih unggul dalam hal kekuatan, kekuatan, kecepatan dan, yang paling penting, dalam hal akurasi dibandingkan dengan semua yang ada sebelumnya dan ada hari ini," tekan Putin.

Sehari sebelumnya, Jumat (18/9), Trump mengatakan ia telah menerima informasi bahwa Rusia telah menciptakan rudal hipersonik.

"Mereka (Rusia) memiliki rudal, rudal super-duper-hipersonik. Ini lima kali lebih cepat dari rudal biasa," ujarnya saat berada di Bemidji, Minnesota.

Ia juga mengungkap, sistem persenjataan canggih tersebut Rusia dapatkan dari hasil mencurinya saat pemerintahan Presiden Barack Obama. Ia pun menuturkan, AS memilliki senjata yang lebih canggih dari rudal hipersonik Rusia itu.

"Rusia mendapatkan informasi itu dari pemerintahan Obama, Rusia mencuri informasi itu. Anda tahu itu, Anda tahu itu. Rusia mendapatkan informasi itu dan kemudian mereka membangunnya," jelasnya.

"Kami memiliki satu yang lebih cepat, lebih cepat dari itu," tambahnya.

Sementara itu, dalam sebuah pengarahan pada Mei tahun ini di gedung Putih, Trump mengatakan AS tengah mengerjakan rudal super yang mampu meluncur 17 kali lebih cepat dari rudal lain. Namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Belakangan ini, para pejabat senior AS mengakui bahwa negaranya sedang berusaha mengejar ketertinggalan Rusia dan China dalam domain senjata hipersonik.

Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan pada 7 Desember 2019, bahwa negaranya sedang merencanakan pengejaran dan menginvestasikan setiap dolar sebisa mungkin untuk mendapatkan kemajuan dalam senjata hipersonik.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya