Berita

Para musisi lakukan aksi protes agar pemerintah memberikan perhatiannya akibat dampak pandemi/Net

Dunia

Cegah Bunuh Diri Karena Dampak Pandemi, Musisi Minta Pemerintah Turki Segera Ulurkan Bantuan

SABTU, 19 SEPTEMBER 2020 | 16:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Pandemik Covid-19 membawa umat pada kejatuhan yang paling dalam. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan mengalami perekonomian yang paling sulit, yang kemudian membuat mereka jatuh pada keputusasaan. Persatuan Musisi dan Penampil Turki (Muzik-Sen) mendata sekitar 100 musisi bunuh diri dalam laporan yang diungkapkan baru-baru ini.

Muzik-Sen memperkirakan ada sejuta musisi yang terdaftar di Turki. Mereka mayoritasnya bekerja tanpa asuransi dan jaminan sosial. Selama pandemi virus corona, mereka mengalami kesulitan mendapat penghasilan seiring tak diizinkannya lagi kegiatan berkumpulnya massa dan ditutupnya semua akses.

Panggung-panggung tidak diijinkan lagi, perjalanan ditutup, dan mereka mengalami kesulitan yang ekstrem dengan lenyapnya sumber penghasilan. Musisi yang semula mengandalkan pendapatan dari panggung tak lagi bisa melakukan hal tersebut. Pendapatan sambilan dari kegiatan pernikahan dan lainnya juga sudah tidak ada.


Mengutip Arab News, Sabtu (19/9), para musisi berharap pemerintah memberikan bantuannya. Pemerintah bisa mengucurkan paket bantuan guna mencegah mereka bunuh diri karena stres tak punya penghasilan. Namun, sejauh ini pemerintah belum mengambil keputusan apa pun. Bantuan tidak turun.

"Pemerintah belum memberi perlindungan pada musisi dalam kondisi sulit ini. Padahal ketika tanpa kehadiran musisi maka kebudayaan terancam perkembangannya," kata perwakilan Musik-Sen Hasan Aldemir.

Aldemir menyatakan musisi menopang sektor pekerja informal di Turki. Oleh karena itu pemerintah perlu mengambil langkah penyelamatan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya