Berita

Webinar Nasional Kedua dengan tema "Strategi Menurunkan Covid, Menaikkan Ekonomi"/Net

Politik

KSDI Kembali Gelar Webinar Nasional, Tema Yang Diangkat "Strategi Menurunkan Covid, Menaikkan Ekonomi"

SABTU, 19 SEPTEMBER 2020 | 14:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sudah enam bulan pandemi Covid -19 memasuki Indonesia. Namun yang terjadi bukanlah penurunan kasus dan bahkan berakhirnya pandemi pada Juli atau Agustus 2020 seperti yang diprediksi sejumlah pihak, melainkan lonjakan kasus.

Naiknya kasus pandemi, kata Ketua Kelompok Studi Demokrasi Indonesia (KSDI), Yayan Sopyani Al Hadi, disertai penurunan pada pertumbuhan ekonomi. Tercatat pada kuartal II terjadi pertumbuhan minus 5 persen dalam ekonomi Indonesia. Dan untuk menghindari penurunan yang lebih dalam maka terjadi pelonggaran PSBB di berbagai wilayah untuk memberi ruang bagi bergeraknya kembali ekonomi.

"Ternyata, pelonggaran PSBB ini melahirkan situasi naiknya kurva Covid-19 yang berbahaya karena cepat atau lambat, kapasitas tempat tidur di rumah sakit (RS) dan tenaga dokter akan kewalahan," kata Yayan dalam keterangannya siang ini, Sabtu (19/9).


Kondisi ini pada akhirnya, lanjut Yayan, akan memperburuk ekonomi karena orang takut beraktivitas dan bahkan menimbulkan kepanikan yang ujungnya adalah kerusuhan sosial. Di titik inilah tampaknya pemerintah harus melakukan perubahan strategi penanganan Co vid secara mendasar.

Perubahan pertama, Yayan menawarkan, adalah memprioritaskan program pencegahan penyebaran Covid-19 yang dapat dirangkum ke dalam 3T (testing, tracing, dan treatment) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Kedua dengan menghapus kegiatan kampanye rapat umum dan bentuk pengumpulan massa lainnya dalam pilkada 9 Desember 2020 karena berpotensi melahirkan ledakan bom atom kasus Covid-19, baik melalui revisi UU atau Perppu.

Dengan latar belakang pikiran-pkiran ini juga, sambung Yayan, KSDI akan menggelar webinar nasional Kedua dengan tema "Strategi Menurunkan Covid, Menaikkan Ekonomi".

Webinar kedua ini akan dihadiri para narasumber yaitu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 WikuAdisasmito, epidemiolog Universitas Indonesia Iwan Ariawan, ekonom Universitas Indonesia Faisal H. Basri, dan Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari S.

"Acara akan dipandu oleh Ketua Dewan Pembina KSDI, Maruarar Sirait," jelas Yayan, yang juga Wakil Sekretaris PP Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Yayan mengatakan bahwa webinar nasional ini akan dilaksanakan pada hari Minggu besok (20/9), jam 14.00 WIB melalui aplikasi zoom dan live di Youtube KSDI. Untuk di zoom sudah bisa masuk pukul 13.30 WIB dengan ID Meeting: 886-2588-9353 dan Password: 2020KSDI

"Webinar ini bertujuan memetakan masalah, solusi dan rekomendasi kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia agar kurva Covid-19 segera menurun dan kurva ekonomi segera naik agar enam bulan dari sekarang rakyat Indonesia dapat tersenyum lebih lebar karena penanganan Covid-19 dan ekonomi sama-sama berhasil," jelas Yayan.

Yayan mengundang semua elemen untuk ikut mengikuti webinar. Sebab webinar ini akan membuka data-data baik dari BPS, epidemiolog, ekonom, dan juga konsultan papan atas.

"Mari bergabung dan mari rumuskan bersama untuk menjadi masukan dan rekomendasi kebijakan dalam rangka menyelamatkan kesehatan rakyat Indonesia," demikian Yayan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya