Berita

Ilustrasi

Nusantara

KPU Jabar Lakukan Uji Publik DPS Pilkada Mulai Besok

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2020 | 14:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat akan melakukan uji publik daftar pemilih sementara (DPS) mulai tanggal 19 hingga 28 september 2020.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mengetahui namanya terdaftar atau belum dalam daftar pemilih untuk pilkada serentak 2020.

Komisioner KPU Jabar Divisi Teknis, Endun Abdul Haq mengatakan, setelah dilakukan penetapan DPS, penting diketahui oleh masyarakat yang akan memilih pada pilkada di delapan kabupaten/kota.


Pada uji publik DPS diharapkan masyarakat mengecek untuk mengetahui terdaftar atau tidaknya.

"Agar masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya pada 9 desember 2020," kata Endun, dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (18/9).

Uji publik DPS menurut Endun, sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat yang akan memilih. Sehingga bisa meminimalisasi kejadian seperti pemilihan sebelumnya yang mengakibatkan ramainya masyarakat yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

"Itu ramainya menjelang pencoblosan," tuturnya.

Oleh karena itu, imbuh Endun, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran dan proaktif melihat DPS. Adapun yang tercatat sebagai DPS di delapan kabupaten kota di Jabar sebanyak 11.635.025 pemilih.

"Data tersebut terdiri dari, pemilih laki-laki sejumlah 5.847.939 sedangkan perempuan sejumlah 5.787.086," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya