Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Masuk Daftar Koridor Perjalanan Inggris, Pelancong Dari Singapura Dan Thailand Bebas Isolasi Mandiri

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2020 | 11:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Para pelancong dari Singapura dan Thailand tidak lagi harus melakukan isolasi mandiri selama dua pekan setelah tiba di Inggris.

Pasalnya, Singapura dan Thailand telah ditambahkan ke dalam daftar koridor perjalanan Inggris selama Covid-19. Artinya, kedua negara tersebut dianggap aman dari virus.

Meski begitu, Departemen Transportasi serta Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) menyampaikan, para pelancong harus tetap melakukan isolasi mandiri jika transit atau pergi ke negara di luar daftar dalam 14 hari sebelum keberangkatan ke Inggris.


Berdasarkan pernyataan pemerintah Inggris pada Kamis (17/9), peraturan tersebut berlaku mulai Sabtu (19/9) pukul 04.00 waktu Inggris, seperti dimuat CNA.

Inggris selama ini telah berhati-hati dalam membuka perbatasannya, di mana daftar negara yang diizinkan masuk terus berubah tergantung pada tingkat penyebaran infeksi di sana.

Slovenia dan Guadeloupe juga telah dicabut dari daftar perjalanan koridor oleh Inggris karena mengalami peningkatan infeksi Covid-19 masing-masing 102 persen dan 558 persen dalam satu pekan.

"Pemerintah telah secara konsisten menjelaskan akan mengambil tindakan tegas jika perlu untuk menahan virus, termasuk menghapus negara dari daftar koridor perjalanan dengan cepat jika risiko kesehatan masyarakat dari orang yang kembali dari negara tertentu tanpa isolasi diri menjadi terlalu tinggi," ujar pemerintah Inggris.

Sementara itu, Singapura dan Thailand sendiri telah mengalami penurunan infeksi Covid-19.

Sejauh ini, Singapura telah memiliki pengaturan perjalanan lintas batas dengan China, Malaysia, Brunei, Korea Selatan dan Jepang. Singapura juga sedang melakukan negosiasi peraturan tersebut dengan Hong Kong, Thailand dan Indonesia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya