Berita

Li-Meng Yan/Net

Dunia

Twitter Menangguhkan Akun Ahli Virus China Yang Klaim Covid-19 Sengaja Diciptakan Dan Disebar Ke Publik

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2020 | 06:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Twitter telah menangguhkan akun seorang ahli virus China yang secara terang-terangan mengklaim bahwa Covid-1 dibuat di laboratorium Wuhan dan dirilis ke publik. Akun Li-Meng Yan dihapus pada hari Selasa setelah dia menuduh China dengan sengaja memproduksi dan melepaskan Covid-19.

Akun tersebut tetap tidak aktif hingga Kamis (17/9) malam, dan tertulis pesan di sana: 'Akun ditangguhkan. Twitter menangguhkan akun yang melanggar Peraturan Twitter.

Twitter sendiri belum mengomentari penangguhan akun Yan. Tidak jelas apakah ada satu tweet khusus dari Yan yang melanggar kebijakan Twitter, seperti dituliskan oleh News Week, Kamis (17/9).


Li-Meng Yan baru-baru ini menjadi berita utama ketika dia mengklaim memiliki bukti untuk menunjukkan bahwa virus mematikan yang memaksa seluruh dunia berhenti tiba-tiba itu dibuat di laboratorium Wuhan.

Dia juga dilaporkan melarikan diri dari China setelah menjadi whistleblower dalam kasus tersebut.

Yan mengatakan dia bekerja di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong - laboratorium rujukan untuk Organisasi Kesehatan Dunia -sebelum dia terputus setelah mencoba memperingatkan orang-orang tentang penularan virus dari manusia ke manusia pada bulan Desember.

“Urutan genom seperti sidik jari manusia,” katanya dalam video yang dirilis di YouTube, mengutip Daily Mail.

Dia menerbitkan laporan minggu ini yang dia klaim mendukung teorinya bahwa China menciptakan virus di laboratorium. Para ilmuwan sejak itu mengecam laporannya sebagai tidak berdasar dan mengatakan itu tidak dapat diberikan kredibilitas.

Komisi Kesehatan Nasional China, Organisasi Kesehatan Dunia, dan Universitas Hong Kong juga membantah klaimnya.

Dalam wawancaranya dengan Tucker Carlson dari Fox News, Yan mengklaim dia diskors karena 'mereka tidak ingin orang-orang mengetahui kebenaran ini'.

Yan, mengatakan Covid-19 adalah 'buatan manusia' dan 'bukan dari alam'.
“Saya memiliki bukti untuk menunjukkan mengapa mereka bisa melakukannya, apa yang telah mereka lakukan, bagaimana (mereka melakukannya),'' katanya kepada Fox News Selasa lalu.

“Dunia ilmiah juga tetap diam... bekerja sama dengan Partai Komunis China, mereka tidak ingin orang mengetahui kebenarannya. Itulah mengapa saya diskors, saya ditekan, saya adalah target yang diinginkan oleh Partai Komunis China,” katanya.

Setelah segmen tersebut ditayangkan, acara Fox News juga menuduh Facebook melakukan sensor setelah mengatakan mereka telah diblokir dari membagikan segmen wawancara di platform media sosial.  

Sebuah video dari segmen wawancara yang diposting di halaman acara Tucker Carlson Tonight sekarang dilengkapi dengan peringatan yang berbunyi: 'Informasi Palsu. Posting ini mengulangi informasi tentang Covid-19 yang menurut pemeriksa fakta independen salah.’

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya