Berita

Botol air mineral yang didalamnya ditemukan agen saraf Novichok/Net

Dunia

Navalny Terbukti Diracun, Novichok Ditemukan Dalam Botol Air Mineral Kamar Hotelnya

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 17:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kasus dugaan keracunan yang menimpa tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny mulai terkuak setelah ia mulai berangsur pulih.

Tim Navalny pada Kamis (17/9) mengungkap, agensaraf Novichok yang digunakan untuk meracuni aktivis anti-korupsi Rusia tersebut ditemukan pada botol air kosong di kamar hotelnya di kota Tomsk, Siberia.

Sebelumnya, dugaan awal menyebut Navalny keracunan setelah meminum secangkir teh di Bandara Tomsk, sebelum terbang.


Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram Navalny, anggota timnya tampak menggeledak kamar yang baru saja ia tinggalkan di Hotel Xander pada 20 Agustus lalu. Satu jam setelah mereka mendapati Navalny hatuh sakit dan dalam keadaan mencurigakan.

"Diputuskan untuk mengumpulkan semua yang secara hipotesis berguna dan menyerahkannya kepada para dokter di Jerman. Fakta bahwa kasus itu tidak akan diselidiki di Rusia cukup jelas," demikian keterangan unggahan video tersebut, seperti dikutip Reuters.

Dalam video tersebut terlihat tim Navalny mengantongi beberapa botol air mineral kosong dengan merek "Holy Spring", di antara barang-barang lainnya sembari mengenakan sarung tangan pelindung.

"Dua pekan kemudian, laboratorium Jerman menemukan jejak Novichok tepatnya di botol air dari kamar hotel Tomsk," jelas keterangan itu.

"Dan kemudian lebih banyak laboratorium yang mengambil analisis dari Alexei menegaskan bahwa itulah yang meracuni Navalny. Sekarang kami mengerti: itu dilakukan sebelum dia meninggalkan kamar hotelnya untuk pergi ke bandara," imbuhnya.

Navalny yang merupakan seorang pengacara tidak segan-segan mengkritik Presiden Vladimir Putin. Ia bahkan lawan politik paling menonjol dengan membentuk partainya sendiri tanpa diberi izin.

Lelaki 44 tahun tersebut jatuh pingsan dalam penerbangan ke Moskow dan dilarikan ke rumah sakit Omsk. Ia kemudian dibawa ke Berlin, Jerman untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Laboratorium di Jerman, Prancis, dan Swedia telah menetapkan bahwa dia diracuni oleh agen saraf Novichok, meskipun Rusia membantahnya dan mengatakan tidak melihat bukti.

Jerman, Prancis, Inggris, dan negara-negara lain telah menuntut penjelasan dari Rusia atas kasus tersebut, yang telah mendorong seruan untuk sanksi baru terhadap Moskow.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya