Berita

Presiden Donald Trump bersama PM Israel Netanyahu saat di Gedung Putih pada 15 September 2020/Net

Dunia

Genjot Suara Orang-orang Yahudi, Trump Ingatkan Israel Akan Menderita Jika Dia Tidak Terpilih

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 15:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemilihan Amerika semakin dekat saja. Usai dengan upacara penandatanganan kesepakatan UEA, Bahrain dan Israe, Presiden AS Donald Trump kembali mengimbau orang-orang Yahudi yang ada di Amerika untuk setia kepada Israel, dan yang paling penting yang tersirat dari kalimatnya adalah agar  para pemimpin masyarakat itu untuk memberikan suara untuknya.

Dalam percakapan telepon selama 20 menit dengan para pemimpin Yahudi di Amerika pada Rabu (16/9), Trump mengatakan, "Kami sangat menghargai Anda," sebuah tradisi presidensial tahunan sebelum Rosh Hashanah.

"Kami juga menghargai negara Anda," lanjut Trump.


Rosh Hashanah adalah salah satu dari 4 perayaan tahun baru yang dilakukan oleh orang Yahudi. Hari raya ini juga sering kali disebut sebagai Yom Teruah, Yom Hazikarom, Yom Hadim, atau Ianim Nora'im, yang dilaksakan pada 18 September - 20 September.

Saat berada di Gedung Putih pada Selasa (15/9), Trump memperkenalkan menantu laki-lakinya yang seorang Yahudi, Jared Kushner, yang menjadi perantara kesepakatan bersejarah dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain yang ditandatangani pada Selasa itu, Trump menyebutnya 'Pemimpin yang luar biasa bagi Israel'.

Komentar Trump dalam situasi seperti itu mengaburkan batas antara acara Gedung Putih dan kampanye. Dan seruan kampanye dari Gedung Putih dipandang tidak etis.

Dalam panggilan telepon bersama para pemimpin Yahudi, Trump mendesak mereka untuk berkampanye untuknya. Bahkan secara terang-terangan mengingatkan, bahwa Israel akan menderita jika dia tidak terpilih kembali pada musim gugur ini.

"Saya harus mengatakan ini, apa pun yang dapat Anda lakukan untuk 3 November mendatang, akan menjadi sangat penting. Karena jika kami tidak menang, Israel dalam masalah besar," kata Trump.

Trump pun memerinci apa yang dilakukan Amerika Serikat untuk Israel, di antaranya bahwa AS memberikan 4,2 miliar dolar AS dalam bantuan tahunan ke negara itu. Angka tersebut adalah 3,8 miliar dolar AS yang berasal dari kesepakatan yang ditengahi oleh pendahulu Trump, yaitu Barack Obama.

"Kami berada di Timur Tengah karena Israel," kata Trump, posisi yang bertentangan dengan berbagai kepentingan, termasuk aliran bebas minyak, yang dimiliki Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Orang Yahudi biasanya memberikan suara dalam jumlah besar untuk calon presiden dari Partai Demokrat. Sebuah polling minggu ini menunjukkan Joe Biden mendapatkan 67 persen suara dan Trump 30 persen. Tetapi para pemilih Yahudi di negara bagian, terutama Florida, dapat mengayunkan apa yang mungkin merupakan pemilihan yang dekat, dan Trump mengisyaratkan bahwa dia bingung tentang mengapa dia tidak akan mendapatkan bagian yang lebih besar dari suara Yahudi.

“Yang benar-benar membuat saya takjub, dan saya harus memberi tahu Anda, karena saya melihat jajak pendapat bahwa pada pemilu terakhir, saya kok hanya mendapat 25 persen suara Yahudi? Saya berkata di sini, saya memiliki menantu laki-laki dan seorang putri yang beragama Yahudi. Saya memiliki cucu cantik yang adalah orang Yahudi. Saya juga memiliki semua pencapaian luar biasa ini,” kata Trump.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya