Berita

Pasukan keamanan Afganistan/Net

Dunia

Tarik Ulur Perdamaian Afganistan, Taliban Serang Tiga Pos Polisi Di Nangarhar

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 12:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelompok Taliban menyerang tiga polisi di distrik Kyogyani, Provinsi Nangarhar pada Rabu malam (16/9).

Menurut keterangan seorang sumber kepada Sputnik pada Kamis (17/9), Taliban menangkap tiga petugas polisi sebagai tawanan.
Sementara delapan orang petugas meninggal dunia dan empat lainnya terluka. Pos keamanan polisi juga runtuh akibat serangan itu.

Belum diketahui apa motif serangan yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Terlebih kejadian itu terjadi di tengah pembicaraan damai intra-Afgan yang dimulai di Doha, Qatar pada Sabtu (12/9).

Belum diketahui apa motif serangan yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Terlebih kejadian itu terjadi di tengah pembicaraan damai intra-Afgan yang dimulai di Doha, Qatar pada Sabtu (12/9).

Ketika itu, baik Kabul maupun Taliban telah berkomitmen untuk mengakhiri pertempuran selama hampir dua dekade terakhir mewarnai Afganistan.

Sebagai tindak lanjut, Kabul dan Taliban pada Minggu (13/9) membentuk kelompok kerja.

Negosiator utama pemerintah Afganistan, Mohammad Massoum Stanikzai, mengatakan kedua belah pihak telah mencapai beberapa kesepakatan utama untuk beralih ke penetapan agenda dan prinsip-prinsip negosiasi mendalam.

Sementara itu, jurubicara Taliban, Mohammad Naeem mengatakan Wakil Ketua Mullah Baradar dan ketua negosiator Mawlawi Abdul Hakeem Haqqani akan bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani untuk membahas proses perdamaian.

“Sejauh ini contact group belum bertemu. Saat kedua kelompok duduk bersama, mereka akan membuka jalan bagi pertemuan tim negosiasi,”ujarnya dalam rangkaian cuitannya.

Dialog damai intra-Afgan muncul sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian antara Taliban dan Amerika Serikat (AS) yang disetujui pada Februari lalu. Taliban sepakat untuk melakukan dialog dengan Kabul jika melakukan pertukaran pertahanan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya