Berita

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza/Net

Dunia

Menlu Venezuela Tolak Laporan Misi Pencari Fakta PBB: Itu Hantu Yang Dikendalikan AS!

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza, menolak laporan yang disajikan oleh Misi Pencari Fakta Internasional 'Independen' Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang situasi hak asasi manusia di Venezuela. Ia menyoroti bahwa laporan itu dicemari dengan kepalsuan dan kekurangtelitian metodologis.

Arreaza mencatat bahwa laporan itu dibuat dari jarak jauh, di luar negeri Venezuela. Misi tersebut lebih mirip 'hantu' yang dirancang untuk melawan Venezuela dan dikendalikan oleh pemerintah yang berada di bawah kendali Amerika Serikat. Menurutnya, hal itu jelas  menggambarkan adanya praktik buruk untuk mempolitisasi hak asasi manusia, alih-alih membuat kebijakan untuknya.

"Sejak 2 Desember 2019, kami telah menegaskan, bahwa kami tidak mengakui adanya mekanisme politik dan pengendalian yang dibuat dengan tujuan ideologis oleh negara-negara dengan catatan hak asasi manusia yang buruk untuk menyerang Venezuela dan mencoba merusak hubungannya dengan Kantor Komisioner Tinggi untuk Kemanusiaan," katanya seperti dikutip dari Telesure, Rabu (16/9).


Karena itu, Arreaza menegaskan kembali bahwa kerja sama Venezuela dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah dihasilkan secara terkoordinasi dan konstruktif melalui Kantor Komisaris Tinggi.

"Kemajuan kami sangat terkenal, dan  Michelle Bachelet telah mengakui itu dengan mengumumkan pembaruan hubungan kami," ungkapnya.

Pengumuman resmi yang lebih ekstensif dari Kementerian Tenaga Rakyat Venezuela untuk Hubungan Luar Negeri telah mengingatkan bahwa pemerintah telah bekerja secara terkoordinasi dengan Kantor Komisioner Tinggi.

Hal itu tercantum  dalam Surat Kesepahaman yang ditandatangani pada September 2019 sesuai dengan dan sebagaimana ditetapkan oleh Resolusi A/HRC/42/4, dan diadopsi oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam sidang reguler ke-42.

"Tujuan dari kerja sama kami adalah untuk mengatasi secara konstruktif tantangan yang kami hadapi di bidang hak asasi manusia dan memperkuat  sistem perlindungan sosial negara Venezuela," kata Arreaza.

Surat dari Kementerian Luar Negeri Venezuela menekankan komitmen yang ketat dari negara Amerika Selatan untuk perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia, suatu bidang pembangunan sosial di mana ia bekerja keras untuk mendepolitisasi instrumentasinya melalui tujuan-tujuan selektif, dengan niat berulang untuk melanggar kemerdekaan, kedaulatan, dan penentuan nasib sendiri rakyat Venezuela dan semua rakyat dunia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya