Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat konferensi pers bersama para militer di Caracas pada 2019 lalu/Net

Dunia

Beban Maduro Bertambah Lagi, PBB Tuduh Venezuela Lakukan Kejahatan Perang

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2020 | 06:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pakar independen yang ditugaskan oleh badan hak asasi manusia PBB mengatakan bahwa pemerintahan Nicolas Maduro telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pakar itu menyampaikan Presiden Venezuela itu beserta para menterinya bertanggung jawab atas pembunuhan di luar hukum dan  penyiksaan.

Dalam laporan pertama mereka pada Rabu (16/9), tim penyelidik dari Misi Pencari Fakta Internasional, yang dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB setahun yang lalu, menemukan sejumlah dugaan pelanggaran di Venezuela.

"Kami menemukan alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa otoritas dan pasukan keamanan Venezuela sejak 2014 telah merencanakan dan melaksanakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius," ujar Marta Valinas, Ketua Pencari Fakta dalam sebuah pernyataan.


Ia menuntut pihak berwenang Venezuela segera melakukan investigasi independen yang transparan, dan memastikan para korban menerima ‘ganti rugi penuh’.

Tim meneliti sekitar 2.500 insiden sejak 2014 melibatkan lebih dari 5.000 pembunuhan oleh pasukan keamanan.
Tim yang beranggotakan tiga orang itu tidak dapat mengunjungi Venezuela karena tidak adanya akses, tetapi penyelidikan itu berdasarkan temuan mereka pada 274 wawancara jarak jauh dengan para korban, saksi, mantan pejabat negara dan lainnya, dan analisis dokumen rahasia, termasuk berkas kasus hukum.

Maduro tengah menghadapi tekanan yang meningkat dari lawan politiknya seiring dengan berbagai krisis yang melanda negara itu beberapa tahun terakhir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya