Berita

Warga Palestina memprotes di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki terhadap kesepakatan normalisasi Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain pada 15 September 2020, beberapa jam sebelum upacara penandatanganan di Gedung Putih/Net

Dunia

Saat Israel Merayakannya, Palestina Mengacungkan Bendera Dan Berteriak 'Kesepakatan Memalukan' Kepada UEA dan Bahrain

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 | 16:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sementara Gedung Putih dan rakyat Israel bersuka cita atas peristiwa 'bersejarah' tentang kesepakatan normalisasi yang ditandatangani pada Selasa (15/) malam, ratusan warga Palestina melakukan demonstrasi di Tepi Barat. Demonstrasi itu terjadi tidak lama setelah roket balasan Israel ditembakkan ke Palestina.

Pejabat senior Palestina menyesalkan penandatanganan perjanjian normalisasi antara Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain pada Selasa malam. Namun, hanya dapat mengumpulkan protes yang tersebar dari beberapa ratus orang di beberapa bagian Tepi Barat dan Gaza.

Para demonstran berunjuk rasa di Kota Nablus dan Hebron, Tepi Barat, dan di Gaza. Puluhan juga ikut demonstrasi di Ramallah, rumah Otoritas Palestina (PA).
Mereka mengacungkan bendera Palestina dan mengenakan masker wajah untuk perlindungan terhadap virus corona.

Mereka mengacungkan bendera Palestina dan mengenakan masker wajah untuk perlindungan terhadap virus corona.

Beberapa di antaranya membawa spanduk bertuliskan 'Pengkhianatan', "Tidak untuk normalisasi dengan penjajah', dan 'Perjanjian yang memalukan'.

"Anda akan melihat ratusan pemuda Gaza yang kehilangan kaki dan lumpuh seumur hidup hanya karena memprotes blokade Israel," teriak salah seorang demonstran, seperti dikutip dari Al Jazeera.

"Itu hanyalah puncak gunung es dari kejahatan Israel terhadap Palestina, dan UEA dan Bahrain entah bagaimana memilih untuk memberi penghargaan kepada Israel atas kejahatan ini dengan membuat perjanjian dengannya," teriak demonstran Palestina, Emad Essa dari Gaza.

"Kesepakatan itu adalah noda memalukan di dahi para pemimpin yang menjual Palestina. menyebabkan harga yang sangat murah," katanya lagi.

Para pengunjuk rasa menginjak-injak foto Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan kemudian membakarnya.

Kantor Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas ikut menanggapi peristiwa penandatanganan di Gedung Putih itu. Ia mengatakan perdamaian di Timur Tengah tidak dapat berhasil tanpa kesepakatan Israel-Palestina

"Perdamaian, keamanan, dan stabilitas tidak akan dicapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir," katanya.

"Masalah utamanya bukanlah antara negara-negara yang menandatangani perjanjian dan otoritas pendudukan Israel, tetapi dengan rakyat Palestina yang menderita di bawah pendudukan," kata Abbas lagi.

Kepemimpinan Palestina, baik di Fatah dan saingannya Hamas, telah menyerang kesepakatan UEA dan Bahrain sejak awal sebagai tindakan pengkhianatan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya