Berita

Ilustrasi kekerasan terhadap anak/Net

Nusantara

KPAI Soroti Maraknya Penganiayaan Anak Oleh Oratua Terkait Proses Belajar Jarak Jauh

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 | 15:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti kembali munculnya kasus penganiayaan anak hingga meninggal dunia oleh orangtua di Indonesia.

Insiden tersebut menimpa seorang anak KS berusia 8 tahun oleh kedua orangtuanya, Ibu IS (24 tahun) dan Bapak LH (24 tahun), terkait dengan proses Belajar Dari Rumah (BDR).

Komisioner Bidang Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Rita Pranawati menyatakan keprihatinannya atas kasus yang menimpa KS. Di mana seharusnya orangtua memahami kondisi psikolois dan fase tumbuh kembang anak.


Dalam kasus ini, ia mengatakan, KS adalah siswa kelas 1 SD yang sempat mengeyam pendidikan PAUD.

"Anak kelas 1 SD tentu sangat membutuhkan proses adaptasi dari jenjang pendidikan PAUD berpindah ke sekolah dasar. Dalam situasi pandemi, anak masih beradaptasi untuk mengerti bahwa sekolahnya sudah berganti, teman-temannya berganti, juga gurunya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Rabu (16/9).

Secara akademik, Rita mengatakan, orangtua tidak dapat menuntut anak, mengingat kurikulum di BDR seringkali dipaksakan meski seharusnya disederhanakan.

"Jika mengalami kesulitan, sebaiknya orang tua berkoordinasi dan berkomunikasi dengan guru, sehingga anak tidak menjadi korban," anjurnya.

Selain itu, Rita mengatakan, KPAI juga menyoroti orangtua KS yang menjalani perkawinan dini. Untuk menghindari kekerasan pada anak, KPAI mengimbau agar adanya pendampingan khusus terkait pengasuhan anak kepada calon pengantin, baik oleh KUA maupun PUSPAGA.

Sementara itu, dalam melakukan pengawasan terhadap kasus ini, KPAI telah berkoordinasi dengan Kanit PPA Polres Lebak untuk penegakan hukum. KPAI juga telah berkoordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Lebak untuk melakukan pendampingan terhadap saudara kembar KS.

Hasil survei KPAI pada 2020 menunjukkan, hanya ada 33,8 persen orangtua yang mendapatkan informasi tentang pengasuhan.

"Minimnya pengetahuan tentang pengasuhan menyebabkan orangtua merasa anak dapat diperlakukan apa saja sesuai dengan keinginan orangtua. Padahal orangtua harus memahami perlindungan anak, hak-haknya, serta mamahami fase tumbuh kembang anak," urainya.

Kondisi tersebut juga diperburuk dengan adanya beban domestik yang berlipat ganda. Di mana biasanya kondisi psikologis ibu dalam situasi pandemi berefek domino pada kekerasan terhadap anak.

Terkait hal ini, KPAI mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Sosok bapak juga perlu bersinergi dalam urusan domestik agar kondisi psikologis dan mental anggota keluarga tetap terjaga.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya