Berita

Kebakaran di Oregon membuat papan penanda sebuah motel meleleh/net

Dunia

Belum Padam, Kebakaran Di Oregon-California-Washington Sudah Hanguskan Jutaan Hektar Lahan

RABU, 16 SEPTEMBER 2020 | 10:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebakaran di Oregon memasuki pekan kedua, di mana langit masih dipenuhi asap, dan ribuan penduduk terdampak mengungsi di tempat penampungan.

Delapan kematian telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir. Oregon menjadi hot spot baru di tengah kebakaran yang melanda seluruh bagian barat Amerika Serikat, dengan Pacific Northwest terpukul paling parah

Ketika sumber daya negara bagian sudah mulai terkuras, Gubernur Oregon Kate Brown meminta Gedung Putih mendeklarasikan kebakaran tersebut sebagai bencana federal. Sehingga, akan ada bantuan federl untuk tanggap darurat.


Dilaporkan oleh Reuters pada Rabu (16/9), puluhan titik api telah menghanguskan sekitar 4,5 juta hektar lahan di Oregon, California, dan Washington. Ribuan rumah hancur dan sedikitnya 34 orang meninggal dunia.

Kebakaran itu dinyatakan menjadi yang terburuk dalam sejarah AS, terlebih terjadi di tengah pandemi Covid-19.

Gambar-gambar satelit menunjukkan gumpalan asap dari barat melayang jauh ke timur hingga New York City dan Washington.

Kebakaran di AS dimulai di California pada pertengahan Agustus. Kemudian api muncul di Oregon dan Washington pada pekan lalu. Banyak titik api muncul dipicu badai petir dahsyat dan gelombang panas disertai angin.

Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California (CalFire) mengatakan, sebanyak 16.600 petugas pemadam kebakaran masih memadamkan 25 kebakaran besar pada Selasa (15/9).

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya