Berita

Presiden China, Xi Jinping/Net

Dunia

Di Balik Donald Trump Yang Selalu Disalahkan, Ada Xi Jinping Yang Berbahaya

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 14:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Nama Donald Trump selalu disuarakan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di dunia saat ini. Namun di saat publik menyalahkan Trump atas perang dagang dan berbagai kontroversinya, ada Xi Jinping yang menjadi dasar persoalan itu semua.

Sebuah tulisan opini bertajuk "Why China’s Xi Jinping is the world’s most dangerous man" yang dirilis Politico pada Selasa (15/9), mengungkap alasan mengapa Xi sebagai Presiden China menjadi orang paling berbahaya di dunia.

Ditulis oleh Michael Schuman, artikel opini tersebut menyebutkan, awal pemulaan ketegangan di dunia saat ini terjadi ketika Xi menyimpang dari prinsip-prinsip kebijakan ekonomi, politik, dan luar negerinya.


Xi yang merupakan putra seorang politisi senior Partai Komunis China (PKC) telah menyuarakan janji reformasi dan pembangunan perdamaian.

Setelah Xi telah berkuasa pada 2013, China berubah. China sangat berbeda dari 1990-an atau 2000-an, ketika Barat memprediksi, setelah Beijing membuka pasar, maka akan beralih ke tataran dunia demokratis.

Namun kehadiran Xi telah menghentikan integrasi pasar. Sebagai gantinya, ia meningkatkan program-program yang dipimpin oleh negara untuk "mengusir" pesaing Barat keluar dari industri-industri mutakhir.

"Xi juga tidak mempromosikan "go global" untuk bisnis dan keuangan China seperti yang dilakukan Beijing di masa lalu," tulis Schuman.

"Dia lebih memilih kebijakan yang lebih sempit yang ditujukan untuk swasembada atau proyek yang dapat dia kendalikan dengan lebih mudah, seperti Belt and Road Initiative (BRI) yang membangun infrastruktur, yang sebagian besar merupakan perluasan dari sektor negara China," sambungnya.

Dalam perdagangan, Xi membuat China diuntungkan. Hal ini yang memicu perang dagang dengan AS, di mana Trump marah karena defisit perdagangan di pihaknya sangat besar. Perasaan yang sama pun dirasakan oleh Uni Eropa.

Di dalam pemerintahannya, Xi berhasil menjadikan dirinya sebagai presiden seumur hidup dengan manghapus batasan masa jabatan dari konstitusi China.

Rezim Xi juga berhasil menodai catatan hak asasi manusia China yang sudah buruk. Di mana muncul kamp-kamp penahanan di Xinjiang untuk minoritas Uighur, menjadi salah satu pelanggaran kemanusiaan terbesar akhir-akhir ini.

"Di luar negeri, Xi mempromosikan otoritarianisme dengan lebih agresif. Upaya rezimnya yang lebih keras untuk menekan jurnalis, akademisi, dan perusahaan asing untuk menyensor kritik terhadap China," jelas Schuman.

Penerapan UU Keamanan Nasional oleh Beijing di Hong Kong merupakan bukti bagaimana Xi melanggar perjanjian China dengan Inggris.

Kehadiran China di bawah kepemimpinan Xi juga menelan peran penting Eropa dalam tatanan global. Eropa menjadi korban dari peristiwa yang ditentukan di Beijing dan Washington, terjebak di antara dua kekuatan yang membelit mereka untuk memilih satu pihak.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya