Berita

Pemimpin oposisi Belarusia yang melarikan diri usai kekalahannya dalam Pilpres Belarusia 2020, Svetlana Tikhanovskaya/Net

Dunia

Oposisi Belarusia Svetlana Tikhanovskaya: Kami Ingin Negara Dan Presiden Baru

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 08:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin oposisi Belarusia yang melarikan diri usai kekalahannya melawan Presiden Alexandr Lukashenko, Svetlana Tikhanovskaya mengatakan dia selalu berharap bahwa rezim petahana itu akan runtuh dalam menghadapi demonstrasi massa yang menentang hasil pemilihan Agustus lalu.

Tikhanovskaya hingga saat ini masih memiliki pandangan yang dibilang konsisten, mengatakan bahwa pengunduran Lukashenko sebagai presiden adalah prasyarat untuk menyelenggarakan pemilihan yang bebas, adil, dan transparan. Singkat dia mengatakan: "Kami ingin negara lain, kami ingin presiden lain."

Berbicara kepada France 24 dari ibu kota Lithuania Vilnius, Tikhanovskaya menyesalkan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko di Sochi pada Senin (14/9).


"Kami benar-benar minta maaf bahwa Putin, dia berpihak pada diktator tapi tidak berpihak pada rakyat Belarusia," katanya, seperti dikutip dari AFP, Senin (14/9).

Pemimpin oposisi itu juga menepis kekhawatiran bahwa Rusia mungkin merencanakan intervensi militer di Belarus seperti yang terjadi di Ukraina, dengan mengatakan bahwa masalah di negaranya adalah urusan internal mereka.

Tikhanovskaya mengatakan bahwa meskipun dia dan para pemimpin oposisi lainnya telah bertemu dengan pejabat asing, tidak ada pertemuan atau kontak semacam itu yang terjadi dengan pejabat Rusia.

Berbeda dari sebelumnya, nampaknya Tikhanovskaya lebih tenang saat menceritakan suaminya yang kini masih dipenjara. Dia mengatakan bahwa Sergei, suaminya, diperlakukan dengan adil dan menambahkan bahwa hal yang sama berlaku untuk sesama tokoh oposisi Maria Kolesnikova, yang ditangkap minggu lalu.

Kini, pemimpin oposisi itu meminta UE dan AS untuk memberikan sanksi individu pada anggota kepemimpinan rezim, Lukashenko. Dia menggambarkan Lukashenko sebagai penjahat, mengatakan bahwa orang-orang sudah muak dengan rezim yabg dipimpin pria berusia 66 tahun itu.

“Kami ingin negara baru, aman dan bebas, di mana anak-anak kami tidak menjadi budak sistem,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya