Berita

Presiden Peru Martin Vizcarra/Net

Dunia

Jelang Sidang Pemakzulan, Presiden Peru Martin Vizcarra: Ini Konspirasi, Tuan-tuan!

SELASA, 15 SEPTEMBER 2020 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jelang pemungutan suara untuk pemakzulannya, Presiden Peru Martin Vizcarra, melancarkan sejumlah perlawanan dengan menuduh Ketua Kongres Manuel Merino melakukan 'konspirasi' dengan mencoba mendapatkan jaminan militer untuk menggantikannya sebagai presiden.

Di saat yang sama, pemerintah  juga telah mengajukan gugatan ke pengadilan tinggi negara itu untuk memblokir pemungutan suara yang akan jatuh tempo pada hari Jumat.

Di televisi, Vizcarra menegaskan bahwa dia adalah korban konspirasi setelah perang salib anti korupsi yang telah menempatkan dia dan pemerintah minoritasnya berselisih dengan Kongres.


"Mengapa Presiden Kongres berkomunikasi dengan pejabat tinggi militer, dan bahkan merencanakan kabinet palsu, siapa yang akan mengambil alih?" Vizcarra bertanya.

"Itu adalah konspirasi, Tuan-tuan," katanya seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/9).

Merino, yang sedang berada dalam antrean untuk mengambil alih jabatan jika presiden jadi dimakzulkan pada hari Jumat mendatang, mengakui bahwa dia memang telah menghubungi para jenderal. Tetapi hanya untuk meyakinkan mereka bahwa Kongres akan bertindak secara bertanggung jawab dan dalam kerangka konstitusional.

Kongres Jumat malam memilih untuk membuka proses pemakzulan terhadap Vizcarra karena 'ketidakmampuan moral' atas tuduhan bahwa dia menghasut para pembantunya untuk berbohong kepada penyelidik anti-korupsi.

Lawan Vizcarra membutuhkan 87 suara di 130 anggota legislatif untuk menggulingkannya.

Vizcarra, berkuasa sejak 2018, mendapat kecaman setelah rekaman audio bocor di mana ia terdengar mengatakan kepada para pembantunya untuk menyembunyikan detail dari penyelidik kongres tentang perekrutan penyanyi populer yang kontroversial di kantornya sebagai penasihat budaya bayaran.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi Senin, presiden berusia 57 tahun itu meminta maaf atas krisis -yang terjadi ketika negara Amerika Selatan itu menderita jumlah kematian per kapita tertinggi di dunia akibat virus corona- tetapi bersikeras dia tidak melakukan kesalahan apa pun.

Krisis politik semakin mengguncang ekonomi dengan PDB kuartal kedua terpangkas 30 persen karena efek pandemi virus corona.

"Saya menawarkan permintaan maaf yang tulus. Namun, tidak ada kejahatan atau apa pun yang terlarang yang saya lakukan seperti yang telah disebarkan," ucapnya.

Dia mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan peninjauan menyeluruh atas sistem kontrol dan keamanan Kantor Kepresidenan, di mana audionya direkam secara diam-diam pada bulan Mei.

"Kebocoran itu adalah pengkhianatan oleh seseorang di lingkungan terdekat saya," katanya.

"Itu membuat saya sedih dan, selain kekecewaan, saya menyesal mengatakan bahwa ini adalah situasi yang bersifat pribadi yang telah melampaui panggung politik dan dimanfaatkan oleh karakter yang tidak jelas."

Vizcarra telah berulang kali bentrok dengan kongres terkait upaya untuk meloloskan langkah-langkah anti-korupsi, serta perlindungan hukum dan politik, termasuk reformasi baru-baru ini yang melarang para narapidana untuk mencalonkan diri dalam pemilihan.

Menteri Kehakiman sebelumnya mengumumkan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk memblokir suara impeachment.

"Kami telah melanjutkan untuk mengajukan gugatan oleh eksekutif terhadap Kongres, dengan alasan badan legislatif telah melebihi kekuatannya dalam upaya untuk memecat Vizcarra," kata pengacara Kementerian Kehakiman Luis Alberto Huerta kepada wartawan di Lima.

Eloy Espinosa Saldana, salah satu dari tujuh hakim di Mahkamah Konstitusi, mengatakan kepada American TV Peru bahwa pengadilan memiliki kekuatan untuk memblokir proses pemakzulan jika kami menganggap bahwa ada unsur atau indikasi pelanggaran yurisdiksi Kongres.

Empat belas orang saat ini sedang diselidiki terkait penyelidikan yang telah menjerat presiden.

Akhir pekan ini jaksa juga menggeledah sejumlah rumah, termasuk dua anggota staf Vizcarra yang berbicara dengannya dalam rekaman yang bocor.

Sementara itu, Presiden Bolivia, Kolombia dan Ekuador - bagian dari kelompok politik regional dengan Peru yang disebut Komunitas Andes - telah mendukung Vizcarra, menyerukan kepada anggota parlemen untuk menghindari pemakzulkannya di tengah krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya