Berita

Timor Leste terkenal sebagai negara yang memiliki cadangan minyak dalam jumlah besar/Net

Dunia

Xanana Gusmao Yakin Timor Leste Punya Uang, Tapi Ragu Pemerintah Saat Ini Bisa Jamin Masa Depan Bumi Lorosae

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 23:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Timor Leste saat ini bersiap mengambil ancang-ancang untuk memulihkan perekonomian negara pada tahun 2021 mendatang.

Bumi lorosae diketahui juga merupakan salah satu negara di dunia yang perekonomiannya "babak belur" pada tahun ini. Perdana Menteri Timor Leste Taur Matan Ruak dalam sebuah seminar soal keuangan yang digelar oleh Kementerian Keuangan Timor Leste pada 4 Agustus lalu di Dili pun tidak menampik kenyataan tersebut.

Dalam seminar yang menandai awal dari persiapan anggaran negara (OJE) itu, dia mengatakan bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan. Pasalnya sejumlah masalah datang bertubi-tubi.


"Karena pertama, anggaran negara tidak lolos di Parlemen Nasional," ujarnya dalam seminar yang mengangkat tema "Anggaran Untuk Pemulihan Dan Memperkuat Pembangunan" itu.

Hal itu memaksa negara hanya bisa menggunakan dana yang terbatas dengan permasalahan politik yang juga memanas di parlemen.

Bukan hanya itu, di sisi lain, Timor Leste juga dihantam bencana alam pada tanggal 13 Maret dan 22 Mei lalu yang memicu kerusakan dengan total kerugian mencapai hingga 50 dolar AS.

Di tengah situasi tersebut, Timor Leste juga masih harus berjuang dengan pandemik Covid-19, yang bukan hanya membawa masalah kesehatan, tapi juga dampak ekonomi dan sosial yang tidak kecil.

Namun baru-baru ini, laporan trisemester dari bank sentral Timor Leste atau Banco Central Timor (BCTL) menunjukkan bahwa jumlah Dana Perminyakan atau Fundu Petroleu Timor Leste saat ini mencapai 18,4 miliar dolar AS yang ditabung di Bank New York, Amerika Serikat.

Untuk diketahui, perekonomian negara itu bergantung pada pengeluaran pemerintah yang didanai oleh penarikan dari Dana Perminyakan. Timor Leste merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan minyaknya.

Sehubungan dengan laporan terbaru itu, sebagaimana dikabarkan oleh media Timor Leste, The Oekusi Post awal pekan ini (Senin, 14/9), banyak warga yang saat ini menyoroti soal masa depan keuangan negara, terutama soal rencana pemerintah Timor Leste untuk menganggarkan dana senilai 1,4 miliar dolar AS untuk tahun 2021 mendatang.

Sebagai catatan, hampir dua tahun lebih pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Taur Matan Ruak tidak memiliki anggaran negara hingga saat ini.

Sementara itu, rencana penganggaran dana untuk tahun 2021 mendatang juga sudah dibahas sejumlah pejabat pemerintah Timor Leste dalam seminar 4 Agustus lalu. Dalam seminar tersebut, pemerintah Timor Leste menetapkan tujuan utama untuk mendiskusikan semua prioritas nasional berdasarkan program pemerintah, rencana strategis pembangunan nasional, pembangunan keberlanjutan, prestasi politik keuangan, dampak Covid-19 dan rencana pemulihan ekonomi.

Menteri Keuangan Timor Leste Fernando Hanjam dalam kesempatan itu mengatakan bahwa seminar tersebut membuat refleksi tentang komitmen pemerintah bagi persiapan anggaran negara tahun 2021 untuk membenahi dampak pandemik Covid-19, terutama dalam hal ekonomi, serta menjamin keberlanjutan pembangunan negara.

Menanggapi seminar tersebut, dalam kesempatan berbeda, mantan perdana menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengatakan bahwa dia percaya bahwa Timor Leste memiliki uang di bank New York. Dia pun yakin bahwa Rancangan Anggaran Negara yang sudah dirumuskan pemerintah akan lolos dengan suara mayoritas di Parlemen Nasional.

"Anggarannya bisa saja lolos, tetapi prosedurnya yang bermasalah," kata Xanana dalam sebuah kesempatan di Dili akhir pekan lalu.

Dia menekankan bahwa Dana Perminyakan memang masih ada. Namun jika pemerintah seperti saat ini masih terus memimpin 10 tahun lagi, maka tidak akan ada masa depan bagi Timor Leste.

"Untuk membayar saja hotel yang digunakan untuk karantina, bayar catering juga tidak tahu kelola uang, tetapi tutup mata untuk proyek emergensi," ujar Xanana.

"Ini artinya, selama 10 tahun (jika) mereka tetap memimpin, lebih baik kita lari saja entah kemana," tandasnya seperti dimuat The Oekusi Post.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya