Berita

Tenaga kesehatan di India membawa jenazah korban Covid-19 menggunakan gerobak/Net

Dunia

Penyebaran Corona Tak Terkendali, India Galau Beri Izin Darurat Vaksin Covid-19

SENIN, 14 SEPTEMBER 2020 | 10:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penyebaran virus corona baru (SARS-CoV-2) di India membuat pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi kewalahan dan tengah dilema untuk memberikan izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 yang belum terbukti manjur dan aman.

Setiap harinya pada September, India konsisten melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19. Hal tersebut membuat pemerintah khawatir dengan infrastruktur kesehatan India yang sudah rapuh akan hancur.

India sendang mempertimbangkan izin darurat untuk vaksinasi Covid-19," ujar Menteri Kesehatan Harsh Vardhan, seperti dikutip CNA.


"Jika ada konsensus, kami dapat melanjutkannya, terutama dalam kasus warga lansia dan orang-orang yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi," sambungnya.

Dengan izin darurat tersebut, Vardhan menjelaskan uji coba fase 3 vaksin Covid-19 yang dikembangkan India akan dipersingkat. Walau begitu, ia menekankan, vaksin baru akan tersedia jika pemerintah dapat memastikan  keamanan dan kemanjurannya.

Sampai saat ini, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk merilis vaksin, tetapi hasil uji coba tambahan tersedia pada kuartal pertama 2021.

"Sebuah kelompok ahli vaksin telah dibentuk baru-baru ini oleh pemerintah untuk melihat berbagai masalah yang berkaitan dengan vaksinasi ke populasi rentan," paparnya.

Sejauh ini, India sudah melaporkan lebih dari 4,75 juta kasus Covid-19. Sebanyak 94.372 di antaranya di laporkan pada Minggu (12/9). Angka tersebut tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Sedangkan angka kematian sudah mencapai 78.586 dengan 1,114 dilaporkan pada Minggu. Di mana India menempati posisi ketiga setelah AS dan Brasil untuk angka kematian tertinggi di dunia.

Infeksi paling banyak terjadi di negara bagian barat, Maharashtra. Pusat industri utama India tersebut sudah mencatatkan lebih dari 1,03 juta kasus Covid-19.

Untuk mengendalikan penyebaran virus, Menteri Utama Maharashtra, Uddhav Thackeray mendesak penduduk untuk mengenakan masker, menjaga jarak sosial, dan mengindari keramaian.

Di tengah lonjakan kasus, negara bagian tersebut sudah melonggarkan pembatasan pergerakan secara bertahap dengan mengizinkan hotel-hotel beroperasi dalam kondisi tertentu, meskipun banyak bisnis tetap tutup.

Thackeray mengatakan Maharashtra sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali restoran dan pusat kebugaran setelah ada permintaan dari pemilik bisnis.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya