Tenaga kesehatan di India membawa jenazah korban Covid-19 menggunakan gerobak/Net
Penyebaran virus corona baru (SARS-CoV-2) di India membuat pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi kewalahan dan tengah dilema untuk memberikan izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 yang belum terbukti manjur dan aman.
Setiap harinya pada September, India konsisten melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat Covid-19. Hal tersebut membuat pemerintah khawatir dengan infrastruktur kesehatan India yang sudah rapuh akan hancur.
India sendang mempertimbangkan izin darurat untuk vaksinasi Covid-19," ujar Menteri Kesehatan Harsh Vardhan, seperti dikutip CNA.
"Jika ada konsensus, kami dapat melanjutkannya, terutama dalam kasus warga lansia dan orang-orang yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi," sambungnya.
Dengan izin darurat tersebut, Vardhan menjelaskan uji coba fase 3 vaksin Covid-19 yang dikembangkan India akan dipersingkat. Walau begitu, ia menekankan, vaksin baru akan tersedia jika pemerintah dapat memastikan keamanan dan kemanjurannya.
Sampai saat ini, belum ada tanggal yang ditetapkan untuk merilis vaksin, tetapi hasil uji coba tambahan tersedia pada kuartal pertama 2021.
"Sebuah kelompok ahli vaksin telah dibentuk baru-baru ini oleh pemerintah untuk melihat berbagai masalah yang berkaitan dengan vaksinasi ke populasi rentan," paparnya.
Sejauh ini, India sudah melaporkan lebih dari 4,75 juta kasus Covid-19. Sebanyak 94.372 di antaranya di laporkan pada Minggu (12/9). Angka tersebut tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).
Sedangkan angka kematian sudah mencapai 78.586 dengan 1,114 dilaporkan pada Minggu. Di mana India menempati posisi ketiga setelah AS dan Brasil untuk angka kematian tertinggi di dunia.
Infeksi paling banyak terjadi di negara bagian barat, Maharashtra. Pusat industri utama India tersebut sudah mencatatkan lebih dari 1,03 juta kasus Covid-19.
Untuk mengendalikan penyebaran virus, Menteri Utama Maharashtra, Uddhav Thackeray mendesak penduduk untuk mengenakan masker, menjaga jarak sosial, dan mengindari keramaian.
Di tengah lonjakan kasus, negara bagian tersebut sudah melonggarkan pembatasan pergerakan secara bertahap dengan mengizinkan hotel-hotel beroperasi dalam kondisi tertentu, meskipun banyak bisnis tetap tutup.
Thackeray mengatakan Maharashtra sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali restoran dan pusat kebugaran setelah ada permintaan dari pemilik bisnis.