Berita

Karikatur yang dibuat oleh Emad Hajjaj untuk menyindir normalisasi hubungan Israel dan Uni Emirat Arab/Net

Dunia

Penangkapan Kartunis Emad Hajjaj, Ketika Yordania Memilih UEA Dan Merelakan Kebebasan Pers Warganya

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 | 11:37 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kartun yang menggambarkan pemimpin Uni Emirat Arab (UEA) sedang memegang seekor burung merpati berbendera Israel yang meludahi wajahnya dengan gambar ludah F-35 telah membawa Emad Hajjaj ke jeruji besi pada bulan lalu.

Sebagai seorang kartunis asal Yordania yang kerap mempublikasikan karya-karya satirnya, Hajjaj sudah jatuh bangun selama puluhan tahun.

Bukan pertama kalinya bagi Hajjaj mendapatkan tekanan dari otoritas. Pada 2000, ia kehilangan pekerjaannya setelah membuat kartun Raja Yordania Abdullah II.


Ia juga sempat berurusan dengan hukum ketika membuat kartun Yesus Kristus pada 2017. Bahkan, ancaman pembunuhan dilayangkan padanya ketika kartun sindiran terhadap Al Qaeda dan ISIS dipublikasikan.

Meski begitu, ia tidak menyangka jika karyanya mengenai normalisasi hubungan Israel-UEA akan membawanya ke jeruji besi.

Pria 53 tahun tersebut ditangkap oleh polisi pada 26 Agustus, setelah kembali dari piknik bersama keluarganya. Tanpa mengetahui apapun, Hajjaj ditangkap dan dipenjara.

"Saya pikir saya memahami permainannya," ujar Hajjaj kepada TIME, mengaku ia tidak menyangka isu normalisasi tersebut begitu sensitif.

"Itu sangat mengejutkan, sangat membingungkan bagi keluarga saya. Itu adalah saat yang sulit untuk masuk penjara bersama para penjahat dan pengedar narkoba," sambungnya.

Namun tampaknya, Putra Mahkota UEA, Mohammed bin Zayed tersinggung dengan karikatur tersebut meskipun tidak ada nama sang pemimpin di sana. Hajjaj akhirnya dituding dapat merusak hubungan Yordania dengan negara sahabat, hanya dengan sebuah karikaturnya.

"Otoritas Yordania akan lebih memilih menyalahgunakan hak-hak warganya sendiri daripada mengambil risiko menyinggung perasaan pemimpin Teluk," ujar Wakil Direktur Human Rights Watch Timur Tengah, Joe Stork.

Dukungan untuk Hajjaj

Penangkapan Hajjaj dianggap sebagai memburuknya kebebasan pers di Yordania. Hingga akhirnya, para aktivis dan satiris membanjiri media sosial dengan berbagai dukungan untuk Hajjaj.

Seorang kartunis asal Jerman, Raine Hachfeld mempublikasikan karikatur tangan Perdana Menteri Yordania, Omar Razzar yang mencekik Hajjaj.

Kartunis lainnya, Ataq Shahid menggambar sebuah sepatu bot berbendera Yordania yang menginjak tangan Hajjaj.

Dengan gelombang protes tersebut, akhirnya otoritas membebaskan Hajjaj pada 30 Agustus secara mendadak dan bahkan mengejutkan pengacaranya.

Meski begitu, Hajjaj masih dalam penyelidikan dan terancam hukuman tiga tahun penjara di bawah UU kejahatan dunia maya.

Yordania yang Selalu Mengedepankan Negara Teluk

Yordania sudah lama menghormati negara-negara tetangganya di Teluk. Ilmuwan politik Teluk, Kristian Ulrichsen mengatakan, insiden yang menimpa Hajjaj bukan suatu yang aneh jika melihat kedekatan antara Yordania dan UEA.

"Yordania di jalan yang hati-hati dalam mengungkapkan pendapat karena pemahaman bahwa hubungan keamanan antara Yordania dan UEA adalah erat," kata Ulrichsen.

Seorang mantan editor surat kabar di Amman juga mengatakan, pemerintah  akan secara rutin mencegah pemberitaan atau kritik negatif terhadap para pemimpin Teluk yang mungkin berdampak pada hubungan dengan Teluk. Namun, ia tidak memiliki bukti bahwa UEA ikut campur dalam penangkapan Hajjaj.

“Tapi tebakan saya adalah mereka ikut campur. Yordania sangat rentan terhadap pekerjaan dan keuangan," ujarnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya