Berita

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca bersama dengan Universitas Oxford/Net

Kesehatan

Dapat Lampu Hijau, AstraZeneca Lanjutkan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Di Inggris

MINGGU, 13 SEPTEMBER 2020 | 06:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

AzstraZeneca bersama dengan Universitas Oxford telah melanjutkan kembali uji klinis untuk vaksin Covid-19 yang dikembangkannya usai mendapat lampu hijau dari Otorias Pengaturan Kesehatan Obat-obatan Inggris (MHRA).

Dalam pernyataannya pada Sabtu (12/9), AstraZeneca menjelaskan komite keselamatan independen telah memberikan rekomendasi pada MHRA yang menunjukkan bahwa vaksin bernama AZD1222 tersebut aman untuk melanjutkan uji coba di Inggris.

Meski sudah mendapatkan izin dari MHRA, AstraZeneca memaparkan, uji klinis di seluruh dunia akan dilanjutkan setelah otoritas kesehatan setempat memberikan izin.


“Perusahaan akan terus bekerja dengan otoritas kesehatan di seluruh dunia dan dipandu kapan uji klinis lainnya dapat dilanjutkan untuk menyediakan vaksin secara luas, adil dan tanpa keuntungan selama pandemi ini,” kata AstraZeneca seperti dikutip Reuters.

Di India, Institut Serum India dan Jenderal Pengonter dapet  telah memberikan izin untuk dimelanjutkan uji coba.

Sama halnya seperti di Brasil, regulator kesehatan ANVISA mengatakan sedang menunggu pemberitahuan dari MHRA Inggris sebelum dilanjutkan di Brasil.

Universitas Federal Sao Paulo, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebanyak 4.600 dari 5.000 sukarelawan telah dievaluasi dan tidak ada masalah kesehatan yang serius.

Selain di Inggris, AstraZeneca memang melakukan uji klinis tahap akhir di Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Afrika Selatan. Perusahaan juga berencana untuk melakukan uji klinis di Jepang dan Rusia.

Penundaan uji klinis vaksin AstraZeneca terjadi kurang lebih satu pekan. Di mana pada 6 September, AstraZeneca memutuskan untuk menghentikan sementara uji klinisnya setelah seorang sukarelawan mengalami sakit.

Perusahaan tersebut menjelaskan, sukarelawan tersebut menderita gejala neurologis yang terkait dengan gangguan inflamasi tulang belakang langka yang disebut myelitis transversal.

Namun AstraZeneca mengatakan tidak dapat memberikan informasi medis lebih lanjut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya