Berita

Ekonom pemenang Hadiah Nobel 2008 Paul Krugman/Net

Dunia

Ekonom Paul Krugman Klaim Tak Ada Sentimen Anti-Muslim Di AS Pasca Tragedi 9/11, Netizen: Itu Omong Kosong!

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 | 17:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekonom pemenang Hadiah Nobel 2008 Paul Krugman telah memicu kemarahan yang meluas atas ucapannya yang mengatakan tidak ada sentimen anti-Muslim di Amerika Serikat pasca serangan teroris 11 September pada 2001.

Pada peringatan 9/11, di mana 2.977 orang tewas dalam empat serangan terkoordinasi oleh militan al-Qaeda, Krugman memposting utas Twitter yang merefleksikan dampaknya.

“Secara keseluruhan, orang Amerika menghadapi 9/11 dengan cukup tenang. Khususnya, tidak ada sentimen dan kekerasan anti-Muslim yang meletus, yang bisa terjadi dengan mudahnya,” kata ekonom yang juga kolumnis New York Times itu, seperti dikutip dari MEE, Sabtu (12/9).


“Meskipun GW Bush adalah presiden yang buruk, dia mencoba menenangkan prasangka, bukan memberinya pujian," katanya.

“Perilaku sehari-hari tidak terpengaruh secara drastis. Memang, untuk sementara orang takut untuk terbang: saya dan istri saya melakukan perjalanan yang menyenangkan ke Kepulauan Virgin AS beberapa bulan kemudian, karena tiket pesawat dan kamar hotel sangat murah. Tapi kehidupan kembali normal dengan cukup cepat," ungkap Krugmsn.

Pengguna media sosial dengan cepat mengkritik Krugman, dengan menunjukkan sejumlah besar contoh sentimen anti-Muslim dan kekerasan pasca 11/9.

"Omong kosong revisionis ini adalah tamparan di wajah Muslim Amerika dan Muslim di seluruh dunia yang terbunuh dan cacat serta dibiarkan melarat oleh hukuman kolektif yang dijatuhkan oleh rakyat Amerika," tulis Aisha Ahmad, seorang mahasiswa PhD di Universitas Oxford.

Seorang pengguna lain mengatakan bahwa mantan walikota New York dan mantan calon presiden dari Partai Demokrat Mike Bloomberg mengawasi program pengawasan yang memata-matai dan menargetkan Muslim.

Selama kampanye presiden awal tahun ini, Bloomberg membela kebijakan tersebut , mengklaim bahwa mengirim informan untuk memata-matai masjid adalah "hal yang benar untuk dilakukan".

"Ini tidak berarti bahwa semua Muslim adalah teroris atau semua teroris adalah Muslim. Tapi orang-orang yang menerbangkan pesawat itu berasal dari Timur Tengah dan beberapa imam mendesak lebih banyak hal yang sama," kata pria berusia 78 tahun itu.

Banyak pengguna Twitter juga berbagi pengalaman mereka menjadi Muslim setelah apa yang disebut 'perang melawan teror' diluncurkan oleh mantan Presiden AS George W Bush sebagai tanggapan atas serangan tersebut.

Beberapa mencatat bahwa bukan hanya Muslim yang menjadi korban diskriminasi dan kejahatan rasial setelah 9/11, tetapi juga Sikh dan minoritas lainnya.

Balbir Singh Sodhi, seorang pemilik pompa bensin Sikh-Amerika dari Arizona, terbunuh pada tanggal 15 September 2001 dalam apa yang dianggap sebagai pembunuhan kejahatan rasial pertama sebagai tanggapan atas serangan di Menara Kembar.

Krugman kembali Twitnya melanjutkan dengan mengatakan bahwa: "Tim Bush menggunakan 9/11 untuk membawa kita ke dalam perang yang tidak terkait dan membawa bencana", mengacu pada invasi dan perang berikutnya di Irak, yang dimulai pada tahun 2003.

“Hampir dua dekade berlalu, sekarang jelas bahwa ancaman nyata bagi Amerika bukan berasal dari teroris asing tetapi dari supremasi kulit putih yang tumbuh di dalam negeri. Tapi tahukah Anda? Itu benar bahkan di tahun 2001, ”utas itu menyimpulkan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya