Berita

Presiden Donald Trump di Oval Office/Net

Dunia

Kesepakatan Kosovo-Serbia, Menguatkan Langkah Trump Menuju Pilpres AS Atau Malah Sebaliknya?

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 | 12:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Menyimak kembali peristiwa penandatanganan kesepakatan normalisasi ekonomi 4 September 2020 antara Kosovo dan Serbia, para pengamat menilai bahwa kesepakatan bersejarah itu bukan hanya mengarah pada kerja sama tetapi juga memiliki tujuan kampanye.

Peristiwa di The Oval Office pada hari itu lebih mirip acara TV Trump, The Apprentice menurut Fron Nahzi, Direktur Senior Pembangunan Global di McCain Institute for International Leadership di Arizona State University.

Kontestan terakhir, Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan Perdana Menteri Kosovo Abdullah Hoti, duduk dengan patuh, diberi tepuk tangan, dan dinobatkan sebagai pemimpin berwawasan ke depan, lalu diberikan kesempatan berfoto, dan dijanjikan pinjaman untuk pembangunan kereta api dan jalan raya.


Perjanjian itu bisa jadi akan benar-benar mendorong Kosovo dan Serbia meniti jalan panjang menuju hubungan dua negara yang lama bermusuhan ke arah yang dinormalisasi, tetapi tujuan utamanya jelas terlihat bahwa Trump dan para spin-doctor-nya sedang mengemas kesepakatan itu untuk mendukung kampanye pemilihan ulangnya.

"Ketika tinta belum mengering, Trump bersama jajaran AS menjualnya sebagai kemenangan. Bukan untuk Serbia dan Kosovo, tetapi untuk Israel dan tetangga Arabnya," ujar Fron Nahzi dalam tulisannya kepada BIRN, Jumat (11/9).

Presiden Donald Trump dalam tweetnya menulis: "Hari besar lainnya untuk perdamaian dengan Timur Tengah - Kosovo dan Israel yang mayoritas Muslim telah sepakat untuk menormalkan hubungan dan membangun hubungan diplomatik."

"Sudah selesai dilakukan dengan baik! Lebih banyak negara Islam dan Arab akan mengikuti," tegas Trump lagi.

Tweet itu menyusul kesepakatan normalisasi UEA-Israel pada akhir Agustus lalu, dan memberikan persepsi bahwa Kosovo ada di suatu tempat di Timur Tengah dan mengidentifikasi dirinya sebagai negara Muslim.

Padahal, kebanyakan orang Amerika tidak tahu di mana Kosovo dan Serbia berada, apalagi masalah yang memecah belah mereka.

"Jelas, audiens yang dituju adalah sub-bagian dari pemilih di negara bagian seperti komunitas Yahudi di Florida dan Pennsylvania serta etnis Albania yang tinggal di Michigan," ujar Fron Nahzi.

Ia mengungkapkan bahwa dalam jajak pendapat Change Research CNBC baru-baru ini telah menunjukkan hasil bahwa Presiden Trump berada di belakang saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dengan 46 hingga 49 persen di Florida, 46 hingga 50 persen di Pennsylvania dan 43 hingga 49 persen di Michigan.

"Komunitas Yahudi di AS secara tradisional memilih Demokrat, tetapi kebijakan luar negeri terhadap Israel tetap menjadi perhatian utama. Trump berharap pengakuan Israel terhadap Kosovo akan meyakinkan cukup banyak pemilih Yahudi untuk memberikan suaranya," ujar Fron Nahzi. 

Pada 2016, Trump memenangkan Pennsylvania dengan selisih 0,72 persen dan Florida sebesar 1,2 persen.

Di Michigan, yang dimenangkan Trump pada 2016 dengan 10.704 suara , pemimpin komunitas etnis Albania yang memiliki hubungan dengan Kosovo mengklaim mereka memiliki sekitar 32.000 pemilih terdaftar , termasuk pemilik usaha kecil dengan kecenderungan Partai Republik yang sangat mementingkan status dan nasib Kosovo.

Wakil Presiden Pence dan para pemimpin senior pemerintah lainnya bertemu pada bulan Mei dengan sebuah kelompok yang disebut Michigan Albania-Amerika untuk Trump dan meyakinkan mereka bahwa AS akan mempertimbangkan keprihatinan mereka, khususnya tentang pembagian Kosovo, ke dalam pertimbangan dalam setiap kesepakatan final Serbia-Kosovo.

Dengan mengabaikan masalah partisi, dan menjanjikan pemberian bantuan ekonomi untuk Kosovo, Trump berharap bahwa cukup banyak pemilih etnis Albania yang bisa dibujuk untuk kembali mengubah Michigan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Trump adalah kredensial kebijakan luar negerinya yang dipertanyakan dan klaimnya sebagai negosiator yang hebat.

Hubungan antara AS dan Eropa telah berubah dari buruk menjadi lebih buruk dan Trump telah menyatakan penghinaan terhadap orang Eropa.

Dia menarik AS keluar dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim dan menyebut G7 sudah ketinggalan zaman dan NATO ‘usang’.

Perjanjian Serbia-Kosovo membantu Trump untuk berargumen bahwa dia membuat kemajuan di mana Eropa gagal, dan membersihkan kekacauan yang ditinggalkan oleh Partai Demokrat Bill Clinton setelah campur tangan NATO di Kosovo 21 tahun lalu.

Wilayah Balkan rapuh, dan sejumlah negaranya tinggal satu pemilihan lagi untuk menjadi negara yang direbut. Sementara bagian dari solusi untuk meningkatkan demokrasi adalah agar Uni Eropa mempercepat proses aksesi, hal ini diragukan akan terjadi mengingat perpecahan dan kerusuhan internal UE saat ini.

Keterlibatan AS sangat penting untuk mempromosikan stabilitas dan memberikan dukungan.

Trump mengambil langkah dengan membuat peranjanjian yang saling mengikat tetapi murni sesuai ketentuannya. Dia yang menulis naskah, memilih aktor, dan dia yang mengarahkan pertunjukan untuk mempromosikan tujuan politiknya. Semua dilakukan untuknya sendiri, bukan untuk mengamankan wilayah Balkan yang lebih demokratis dan stabil.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya