Berita

Webiner Masker untuk Indonesia/Net

Nusantara

Kampanye Masker Tidak Cukup Instruksi, Harus Ada Kesadaran Yang Muncul Dalam Diri Sendiri

IAF-GPM Dukung Pemerintah Kurangi Laju Penularan Covid-19
SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 | 11:56 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

The International Association of Facilitators (IAF) bekerja sama dengan Gerakan Pakai Masker (GPM) melakukan sosialisasi pentingnya memakai masker untuk mengurangi laju penularan Covid-19 di Indonesia.

Dengan lebih dari 200 peserta, diharapkan masing-masing memiliki kesadaran pentingnya memakai masker saat beraktivitas di luar luar. Disiplin memakai masker, diyakini akan menghindarkan dari penularan Covid-19.

Dari sosialiasi yang banyak diikuti oleh penyuluh dari berbagai kluster yang ada di seluruh Indonesia, diharapkan mereka juga akan menjadi agen perubahan untuk lingkungan terdekatnya.


"Membangun kesadaran memakai masker ini tidak bisa asal diperintahkan begitu saja, tetapi kesadaran ini harus muncul dari dalam diri mereka sendiri juga," ditegaskan Ketua Umum Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono dalam keterangnnya, Sabtu (12/9).

Kolaborasi IAF ini juga menggandeng Human Resource Directors Indonesia dan Perhumas. Rizka Moeslichan dari HR Directors Indonesia yang juga penyitas Covid-19 di awal acara menceritakan bagaimana ketidaknyamanan yang dia hadapi ketika dinyatakan positif Covid-19. Termasuk dampak fisik, psikologis dan mental yang dirasakannya.

Meiliana Lany, CPF,  The International Association of Facilitators (IAF Indonesia) Chapter Lead menyatakan senang menjadi bagian dari solusi bangsa.

"IAF Chapter Indonesia kolaborasi bersama Gerakan Pakai Masker, HR Directors Indonesia dan Perhumas ini sebagai bagian dari kontribusi aktif IAF terhadap Negeri. Kalau masing-masing dari kita memberikan kontribusi positif, sebesar apapun permasalahan bangsa ini kita dapat memperbesar peluang untuk keluar dari pandemi dengan segera," ujar Mei.

Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk berperan aktif melawan Covid-19 dengan kesadaran dari diri mereka sendiri, termasuk hal yang paling dasar yaitu memakai masker. Ajakan untuk memakai masker ini tidak bisa hanya perintah saja, tetapi dengan pendekatan fasilitasi, akan lebih menggerakkan masyarakat karena kesadaran untuk memakai masker muncul dari diri mereka sendiri.

"Kami juga mengharapkan mereka nantinya dapat menjadi influencer untuk orang-orang di sekitarnya. Dengan pendekatan fasilitasi, hal ini sangat memungkinkan," sambung Meiliana.

Setelah ini, IAF Indonesia akan mengadakan sesi pembekalan untuk para penyuluh GPM untuk memperlengkapi mereka dengan cara menfasilitasi yang sesuai dengan keadaan.

Sementara itu, Ketua Umum BPP Perhumas, Agung Laksamana mengatakan sangat mendukung upaya-upaya yang ditempuh GPM dan IAF karena penyebaran hal-hal positif saat ini sangat dibutuhkan di tengah pandemik.

"Kami juga mengharapkan, pengurus Perhumas yang mengikuti pelatihan bersama IAF dan GPM bisa menjadi pembawa perubahan di sekelilingnya dan juga menjadi influencer dalam menggaungkan Indonesia Bicara Baik tentang penanganan Covid-19," lanjut dia.

Sigit Pramono menambahkan, kerja sama dengan IAF dilaksanakan karena lembaga tersebut memiliki metode fasilitasi kreatif dengan menciptakan suasana partisipatif dan kolaboratif.

"Penyuluh yang melakukan penyuluhan harus memiliki kemampuan yang kreatif dan interaktif meski secara virtual agar target sasaran mau mengubah perilaku dari tidak memakai masker menjadi pakai masker. GPM memerlukan sebanyak-banyaknya relawan yang melakukan penyuluhan dan kemampuan seperti ini," ujar Sigit.

Sigit mengungkapkan, sejak berdiri pada Juni 2020, GPM telah menjalankan program Penyuluhan untuk Penyuluh (PuP) secara daring, ke berbagai pesantren dengan jumlah santri sebanyak 55,865 orang dan 1.942 guru. Kegiatan pada pesantren tersebut sudah dijalankan 5 angkatan, dan 6 angkatan penyuluhan kepada ratusan pedagang pasar tradisional.

"Puluhan kegiatan penyuluhan yang populer pun dilakukan melalui sosial media melalui kluster kepemudaan dan perempuan," imbuh Sigit.

Upaya penyuluhan memakai masker secara baik dan benar yang dilakukan GPM, kata Sigit, bertujuan mengurangi jumlah korban pandemi Covid-19. Pada akhirnya, melalui upaya GPM ini, juga diharapkan dapat membantu Indonesia membangun citranya kembali (rebranding) di mata dunia internasional dalam menangani pandemi.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya