Berita

Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti saat dialog kesepakatan ekonomi di Gedung Putih 4 September 2020/Net

Dunia

Israel Telah Akui Kosovo, Hoti: Kesepakatan Beograd-Pristina Di Gedung Putih Kuat Dan Tidak Langgar Kedaulatan

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2020 | 13:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pejabat Kosovo tidak ambil pusing dengan suara-suara yang mengatakan bahwa kesepakatan normalisasi ekonomi Serbia-Kosovo telah melanggar kedaulan. Mereka meyakini isi dari kesepakatan telah menguatkan posisi Kosovo.

Hal yang sama disampaikan Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti pada Rabu (9/9) bahwa Israel mengakui kedaulatan Kosovo kurang dari setengah jam setelah Perjanjian Gedung Putih ditandatangani pekan lalu.

“Siapa pun yang mengira perjanjian ini melanggar kedaulatan Kosovo adalah salah. Saya kira pengakuan yang datang dari Israel 22 menit setelah perjanjian ditandatangani di Gedung Putih memperkuat kedaulatan Kosovo,” kata Hoti seperti dikutip dari Exit News, Kamis (10/9).


Pekan lalu Hoti dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan ekonomi Serbia dan Kosovo, termasuk klausul tentang Serbia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem dan Israel mengakui Kosovo. Sebelumnya pada hari Rabu, penasihat media Vucic mengatakan bahwa keputusan untuk memindahkan kedutaan Serbia tidak final, sementara Times of Israel mengutip sumber-sumber Serbia yang mengatakan bahwa Israel tidak boleh mengakui Kosovo.

Menurut Hoti, kesepakatan tersebut tetap dilaksanakan. "Itu ditandatangani di Gedung Putih dan menurut saya tidak ada kantor lain yang memiliki kredibilitas lebih besar dalam mengamankan implementasi perjanjian," tegas Hoti.

Perwakilan Khusus Uni Eropa untuk Dialog Beograd-Pristina dan Balkan Barat, Miroslav Lajcak, pada Rabu mengatakan bahwa dialog Beograd-Pristina telah berjalan dengan sukses maka sudh waktunya untuk ditutup dengan gembira.

Sebuah postingan di akun Twitter Lajcak mengenang bahwa 10 tahun telah berlalu sejak Sidang Umum PBB menyambut baik kesiapan UE untuk memfasilitasi dialog tersebut.

“Ini saat yang tepat untuk mengakhirinya dengan sukses,” tulis Lajcak.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya