Berita

ANggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Politik

Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pendaftaran, Fahira Idris: Paslon Pilkada Perlu Didiskualifikasi Kalau Bandel

SENIN, 07 SEPTEMBER 2020 | 21:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Banyaknya pelanggaran saat tahap pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah Pilkada Serentak 2020 menjadi gambaran minimnya sense of crisis atau pemahaman terhadap krisis kasus positif Covid-19 masyarakat.

Hal ini disampaikan anggota DPD RI, Fahira Idris dalam merespons temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait 243 bakal bapaslon melanggar protokol kesehatan Covid-19 saat mendaftar ke KPUD.

Menurut Fahira, idealnya Pilkada yang berlangsung di masa pandemi Covid-19 dimanfaatkan pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan bapaslon mengirim pesan kepada masyarakat bahwa kondisi saat ini memprihatinkan.


Keprihatinan ini perlu diperlihatkan dengan mendesain tahapan Pilkada 2020 dengan mengedepankan protokol kesehatan yang dipatuhi oleh semua pemangku kepentingan tanpa terkecuali.

“Kalau saat baru mau mendaftar saja sudah banyak bapaslon yang melanggar, bagaimana nanti saat kampanye yang pasti akan lebih riuh," kata Fahira dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (7/9).

Pemerintah, termasuk penyelenggara pemilu, kata Fahira, perlu memberikan langkah tegas agar pelanggaran protokol kesehatan tak kembali terjadi.

"Bila perlu jika ada bapaslon yang berkali-kali melanggar protokol kesehatan langsung didiskualifikasi saja. Penyelenggara harus tegas sejak awal tahapan pilkada, karena jika tidak, pilkada ini bisa menjadi preseden tidak baik bagi upaya besar bangsa ini yang sudah 6 bulan lebih berjibaku melawan Covid-19,” tegas Fahira.

Menurut Fahira, sebenarnya jika para calon kepala daerah jeli, saat ini isu yang paling krusial dan paling dibutuhkan publik adalah visi misi calon kepala daerah dalam penanggulangan Covid-19 di daerahnya masing-masing. Kepala daerah yang punya visi jelas dan misi besar serta rasional untuk diimplementasikan dalam penanggulangan Covid-19 berpotensi meraih hati pemilih di daerahnya masing-masing.

Para calon kepala daerah yang mampu mengurai strategi penanganan krisis kesehatan dan punya program jelas memulihkan ekonomi akan lebih menarik perhatian masyarakat. Sebagai langkah awal, kata Fahira, para calon kepala daerah harus mempunyai komitmen menjadikan protokol kesehatan sebagai bingkai utama kegiatannya, terutama saat pendaftaran dan kampanye.

Namun jika yang terjadi calon kepala daerah abai dengan protokol kesehatan, maka publik akan menilai calon tersebut tidak punya komitmen dalam penanggulangan Covid-19.

“Karena dari hal yang kecil saja yaitu mematuhi protokol kesehatan tidak dijalankan, bagaimana mau menanggulangi Covid-19 yang kompleks ini. Ingat, masyarakat sudah lelah karena penanggulangan Covid-19 saat ini masih belum maksimal," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya