Berita

Isi bensin di SPBU/Net

Politik

Gema Indonesia Dukung Pertamina Hapus Premium Dan Pertalite

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 | 14:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Rencana PT Pertamina menghapus Premium dan Pertalite tidak melulu mendapat tentangan. Dukungan muncul salah satunya dari Ketua Gerakan Mahasiswa (Gema) Indonesia, Yusuf Aryadi.

“Saya sangat mengapresiasi Pertamina berani mengusung penghapusan Premium dan Pertalite,” tuturnya kepada redaksi, Minggu (6/9).

Menurutnya, rencana itu sudah sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 20/2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.


Sementara Premium dan Pertalite tidak memenuhi standar minimal RON 91. Premium masih RON 88 dan pertalite masih RON 90.

“Kalau aturan ini wajib dijalankan ya kita harus sepakat Premium dan Pertalite dihapus,” tegasnya.

Apalagi, sambungnya, RON 88 dan 90 ini tidak ramah lingkungan. Artinya, semakin tinggi penggunaan RON 88 dan RON 90 bisa berdampak buruk terhadap manusia, maupun lingkungan dari emisi mesin kendaraan.

Menurutnya, dunia ke depan harus bicara soal energi terbarukan yang ramah lingkungan, sebab bumi semakin panas apalagi dampak pemanasan global.

“Jika tidak memakai teknologi ramah lingkungan maka niscaya bumi ini akan rusak berat dalam waktu dekat,” tuturnya.

“Maka dari itu, saya sepakat jika Premium dan Pertalite dihapus. Hanya saja ada alternatif lain pertamax yang terjangkau dengan masyaraka, di mana energi tersebut tidak memberatkan masyarakat,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya