Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Robert O'Brien/Net
China memiliki peran paling aktif di antara negara-negara lain yang ingin mencampuri pemilihan umum Amerika Serikat (AS). Beijing bahkan memiliki program terbesar untuk memengaruhi publik dan politik dalam negeri AS.
Begitu klaim yang disampaikan oleh penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Robert O'Brien pada Jumat (4/9).
"Kami tahu orang China telah mengambil peran paling aktif," ujar O'Brien dalam pengarahan seperti dikutip Reuters.
Ketika ditanya mengenai rincian atau alasan yang membuat China menjadi ancaman terbesar dalam pemilu AS, O'Brien mengatakan ruang lingkup aktivitas Beijing "tanpa henti"
"Saya tidak akan membahas semua (informasi) intelijen, tetapi aktivitas besar-besaran di China dan dunia maya, sungguh hal luar biasa yang kami hadapi," jelasnya.
"Kami belum pernah melihat yang seperti ini. Tidak seperti ini dalam Perang Dingin dengan Soviet," tambahnya.
Awal pekan ini, Reuters melaporkan peretas telah meningkatkan upaya untuk menjatuhkan kampanye Trump dan situs web bisnis secara offline menjelang pemilihan AS.
Jika diurutkan, setelah China, Iran dan Rusia juga memiliki upaya yang besar untuk mencampuri pemilu AS yang akan digelar pada 3 November 2020.
Menurut laporan intelijen AS, Rusia tengah mengatur kampanye dunia maya untuk memengaruhi pemilihan presiden 2016 guna mendukung Donald Trump dari Partai Republik. Sementara untuk tahun ini, sebuah laporan peretas mengungkap hal yang sama.
"Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas kepada China, Rusia, Iran, dan lainnya yang belum diungkapkan secara publik, bahwa siapa pun yang mencoba mengganggu pemilu Amerika akan menghadapi konsekuensi luar biasa," tegasnya.
Beberapa hari sebelumnya, Rabu (2/9), Jaksa Agung yang ditunjuk Trump, William Barr mengaku yakin China lebih menjadi ancaman daripada Rusia dalam hal campur tangan pemilihan.
Pada Agustus, O'Brien mengatakan AS telah melihat peretas China menargetkan infrastruktur pemilu AS. Meski Beijing secara konsisten telah membantah tuduhan tersebut.
Dalam pidatonya di Konvensi Nasional Partai Republik bulan lalu, Trump mengatakan Beijing mendukung lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden dan "sangat ingin" dia memenangkan pemilihan.