Berita

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Robert O'Brien/Net

Dunia

Penasihat Gedung Putih: China Jadi Negara Paling Aktif Untuk Campuri Pemilu AS 2020

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 | 08:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China memiliki peran paling aktif di antara negara-negara lain yang ingin mencampuri pemilihan umum Amerika Serikat (AS). Beijing bahkan memiliki program terbesar untuk memengaruhi publik dan politik dalam negeri AS.

Begitu klaim yang disampaikan oleh penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Robert O'Brien pada Jumat (4/9).

"Kami tahu orang China telah mengambil peran paling aktif," ujar O'Brien dalam pengarahan seperti dikutip Reuters.


Ketika ditanya mengenai rincian atau alasan yang membuat China menjadi ancaman terbesar dalam pemilu AS, O'Brien mengatakan ruang lingkup aktivitas Beijing "tanpa henti"

"Saya tidak akan membahas semua (informasi)  intelijen, tetapi aktivitas besar-besaran di China dan dunia maya, sungguh hal luar biasa yang kami hadapi," jelasnya.

"Kami belum pernah melihat yang seperti ini. Tidak seperti ini dalam Perang Dingin dengan Soviet," tambahnya.

Awal pekan ini, Reuters melaporkan peretas telah meningkatkan upaya untuk menjatuhkan kampanye Trump dan situs web bisnis secara offline menjelang pemilihan AS.

Jika diurutkan, setelah China, Iran dan Rusia juga memiliki upaya yang besar untuk mencampuri pemilu AS yang akan digelar pada 3 November 2020.

Menurut laporan intelijen AS, Rusia tengah mengatur kampanye dunia maya untuk memengaruhi pemilihan presiden 2016 guna mendukung Donald Trump dari Partai Republik. Sementara untuk tahun ini, sebuah laporan peretas mengungkap hal yang sama.

"Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas kepada China, Rusia, Iran, dan lainnya yang belum diungkapkan secara publik, bahwa siapa pun yang mencoba mengganggu pemilu Amerika akan menghadapi konsekuensi luar biasa," tegasnya.

Beberapa hari sebelumnya, Rabu (2/9), Jaksa Agung yang ditunjuk Trump, William Barr mengaku yakin China lebih menjadi ancaman daripada Rusia dalam hal campur tangan pemilihan.

Pada Agustus, O'Brien mengatakan AS telah melihat peretas China menargetkan infrastruktur pemilu AS. Meski Beijing secara konsisten telah membantah tuduhan tersebut.

Dalam pidatonya di Konvensi Nasional Partai Republik bulan lalu, Trump mengatakan Beijing mendukung lawannya dari Partai Demokrat, Joe Biden dan "sangat ingin" dia memenangkan pemilihan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya