Berita

Aksi protes para siswa di Thailand/Net

Dunia

Acungkan Tiga Jari, Ratusan Siswa SMA Di Thailand Tuntut Reformasi Pendidikan

MINGGU, 06 SEPTEMBER 2020 | 06:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ratusan siswa sekolah menengah di Thailand melakukan demonstrasi di ibukota. Mereka menuntut pemerintah untuk melakukan reformasi terhadap sistem pendidikan yang dianggap telah usang.

Sebanyak lebih dari 600 siswa melakukan unjuk rasa di luar Kementerian Pendidikan di Bangkok pada Sabtu (5/9). Sejak pertengahan Juli, mereka biasanya melakukan protes di kampus universitas Thailand.

Para siswa menuntut adanya kebebasan berpendapat di sekolah serta pelonggaran aturan yang kaku terkait seragam dan etika. Beberapa bahkan menuntut perubahan monarki.


"Pendidikan Thailand telah membuat kami menjadi boneka," ujar seorang siswa berusia 18 tahun, Supicha Chailom, seperti dikutip Reuters.

"Kami bukan sistem robot, kami adalah generasi muda yang memiliki hak untuk mengekspresikan diri," tambahnya.

Pada Juli, aksi protes dengan mudah menyebar ke berbagai sekolah. Mereka bahkan memiliki gerakan bersama dengan mengangkat tiga jari, layaknya simbol pro-demokrasi dalam film "Hunger Games".

Menanggapi aksi para siswa, Menteri Pendidikan Nataphol Teepsuwan menegaskan akan menghormati hak mereka.

"Persoalan yang diangkat pemuda adalah hal-hal yang bisa kita pahami selama kita saling menghormati aturan," ujarnya.

Pekan lalu, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha memperingatkan pengunjuk rasa bahwa mereka menciptakan perpecahan yang dapat menyebabkan runtuhnya Thailand.

Secara khusus, Prayut juga mengutuk mereka yang menuntut reformasi monarki yang selama ini dianggap sebagai topik tabu di Thailand.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya