Berita

Duta Besar Maroko untuk Belgia, Mohamed Ameur/Net

Dunia

Dubes Ameur: Belgia Dan Peluang Bagi Diaspora Maroko

SABTU, 05 SEPTEMBER 2020 | 09:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keberadaan diaspora Maroko di Belgia merupakan nilai tambah yang luar biasa baik bagi Rabat maupun bagi Bruseel. Duta Besar Maroko untuk Belgia, Mohamed Ameur, bahkan memuji penuh kontribusi diaspora Maroko bagi kehidupan sosial ekonomi Belgia.

Dalam wawancaranya baru-baru ini dengan kantor berita Belgia Le Vif L'Express, Mohamed Ameur mengatakan kehadiran komunitas Maroko di Belgia menjadi peluang bagi kedua negara dalam banyak hal. Itu sebabnya kebijakan-kebijakan harus diperbarui untuk mendorong integrasi, serta memperkuat hubungan dengan akar dan budaya asal para diaspora

Jumlah orang Maroko yang tinggal di Belgia mencapai 81.900 pada tahun 2014.
Ameur juga berbicara tentang kebijakan migrasi Maroko. Ia mengatakan Maroko telah menjadi negara transit dan penerimaan para migran.

Ameur juga berbicara tentang kebijakan migrasi Maroko. Ia mengatakan Maroko telah menjadi negara transit dan penerimaan para migran.

“Dengan menguatnya kontrol perbatasan dengan Eropa, banyak migran sub-Sahara menetap secara permanen di Maroko,” kata Ameur, Dikutip dari MWN, Jumat (4/9).

Semakin meningkatnya migran di Maroko membuat negara itu meluncurkan kebijakan migrasi baru dengan mempertimbangkan komitmen nasional dan internasionalnya dalam hal hak asasi manusia dan juga hubungan yang intens dengan benua Afrika.

Negara Afrika Utara itu meluncurkan kebijakan migrasi baru pada tahun 2013 atas permintaan Raja Mohammed VI.

Peluncuran tersebut memungkinkan para pejabat untuk membuka Kantor Suaka dan Orang Tanpa Kewarganegaraan Maroko. Surat edaran yang diterbitkan pada bulan Oktober 2013 dan Januari 2014 menguraikan langkah-langkah yang memungkinkan anak-anak migran mendapat akses pendidikan.

Maroko juga meluncurkan kampanye untuk membantu para migran yang tidak berdokumen agar mengatur status mereka untuk mendapatkan manfaat dari layanan kesehatan dan pendidikan publik.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Intelijen AS: Iran Bakal Perpanjang Perang untuk Goyang Trump di Pemilu Sela

Minggu, 06 September 2026 | 16:27

Pengunjung Lampung Financial Festival 2026 Antusias Jajal Layanan Digital BNI

Minggu, 06 September 2026 | 16:06

Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan Malaysia Airlines ke Jakarta Dibatalkan

Minggu, 06 September 2026 | 15:51

Debu Vulkanik Tebal Selimuti Bandar Lampung

Minggu, 06 September 2026 | 15:36

Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe Iran dalam Waktu Dekat

Minggu, 06 September 2026 | 15:25

Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran Berpeluang Ditolak MK

Minggu, 06 September 2026 | 14:49

Denmark Tegaskan Dukungan Terhadap Otonomi Sahara Maroko

Minggu, 06 September 2026 | 14:18

BNPB Gencarkan OMC Redam Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau di Jakarta

Minggu, 06 September 2026 | 14:12

Pemantauan Kualitas Udara Diperketat Antisipasi Dampak Sebaran Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 | 14:06

Produk Impor Masuk RI Wajib Halal

Minggu, 06 September 2026 | 14:01

Selengkapnya