Berita

Vaksin Covid-19/Net

Dunia

WHO: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 Yang Ampuh

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2020 | 17:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan, distribusi vaksin Covid-19 tidak dapat dilakukan setidaknya hingga pertengahan tahun depan.

Alih-alih mempercepat distribusi, WHO mengingatkan agar pengembangan vaksin Covid-19 dilakukan sesuai tahap untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Jurubicara WHO, Margaret Harris pada Jumat (4/9) mengatakan, sejauh ini belum ada kandidat vaksin Covid-19 yang memberikan "sinyal jelas". Artinya, belum ada vaksin yang memenuhi syarat WHO, yaitu minimal manjur 50 persen dalam tahap uji coba massal.


Oleh karena itu, ia mengatakan, uji coba tahap 3 yang melibatkan banyak sukarelawan perlu memakan waktu lebih lama untuk memastikan keamanan vaksin.

"Tahap 3 ini harus memakan waktu lebih lama karena kita perlu melihat seberapa protektif vaksin itu dan kita juga perlu melihat seberapa aman vaksin itu," ujarnya seperti dikutip Reuters.

"Kami tidak memproyeksikan akan melihat vaksinasi massal hingga pertengahan tahun depan," sambungnya.

Pernyataan Harris tersebut merupakan peringatan untuk beberapa pihak yang saat ini mempercepat pengeluaran lisensi dan distribusi, terlepas kandidat vaksin tersebut masih dalam tahap uji coba.

Rusia pada Agustus sudah memberikan lisensi untuk vaksin Covid-19, Sputnik V, buatan Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan setelah kurang dari dua bulan melakukan uji klinis pada manusia.

Selain itu, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (3/9) mengumumkan akan mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan Morderna secepatnya pada akhir Oktober.

"Banyak orang telah divaksinasi dan apa yang kami tidak tahu adalah apakah vaksin itu bekerja. Pada tahap ini kami tidak memiliki sinyal yang jelas apakah itu memiliki tingkat kemanjuran dan keamanan yang bermanfaat atau tidak," tandas Harris.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya